Tautan-tautan Akses

AS

Trump, Abe akan Soroti Hubungan Bilateral AS-Jepang


Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump (kiri) akan bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (kanan) hari ini, Kamis, 17 November 2016 (Foto: dok).

Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump (kiri) akan bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (kanan) hari ini, Kamis, 17 November 2016 (Foto: dok).

Pembicaraan dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan menjadi pertemuan langsung pertama Donald Trump dengan pemimpin dunia, di saat ia bersiap diri untuk menjabat sebagai Presiden Amerika mulai Januari mendatang.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe diperkirakan akan menyoroti pentingnya aliansi keamanan antara negaranya dan Amerika Serikat, saat bertemu dengan presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, Kamis (17/11).

Sejak memenangi pemilu pekan lalu, Trump telah berbicara melalui telepon dengan sejumlah pemimpin dunia, di antaranya Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sissi, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Tetapi pembicaraan dengan PM Jepang Shinzo Abe akan menjadi pertemuan langsung pertama Donald Trump dengan pemimpin dunia, di saat ia bersiap diri untuk menjabat sebagai Presiden Amerika mulai Januari mendatang.

Sebelum meninggalkan Jepang, Abe mengatakan ia ingin memanfaatkan pertemuan itu untuk membahas visinya mengenai masa mendatang dengan Trump. “Aliansi berfungsi berdasarkan kepercayaan. Jadi saya ingin membangun kepercayaan tersebut dengan Presiden Trump, dan berdasarkan itu saya ingin bekerja sama dengannya menuju perdamaian dan kemakmuran dunia,” katanya.

Dalam kampanyenya, Trump mempertanyakan beberapa landasan hubungan Amerika-Jepang, dan menyatakan bahwa Amerika berbuat terlalu banyak untuk membantu pertahanan Jepang. Ia mengemukakan gagasan untuk membiarkan Jepang dan negara-negara lain di kawasan memiliki senjata nuklir dan memaksakan pembayaran yang lebih tinggi untuk mendukung penempatan pasukan Amerika di negara-negara tersebut.

Amerika memiliki sekitar 53 ribu personel militer yang ditempatkan di Jepang bersama dengan 43 ribu anggota keluarga mereka dan 5.000 pegawai sipil Departemen Pertahanan.

Para pendukung aliansi pertahanan itu berpendapat bahwa di luar manfaatnya bagi Jepang, ada keuntungan strategis bagi Amerika dengan memiliki pasukan yang ditempatkan di negara itu.

“Perdana Menteri Abe jelas akan membahas pentingnya aliansi Jepang-Amerika dan bahwa aliansi itu bukan hanya bermanfaat bagi Jepang dan Amerika Serikat, tetapi juga bagi seluruh kawasan Indo-Pasifik serta politik dunia,” kata penasihat Abe, Katsuyuki Kawai, kepada Reuters.

Tim transisi Trump juga menyatakan hari Kamis akan mengumumkan kelompok pertama yang akan dikirim ke berbagai badan federal untuk membentuk tim yang akan mempercepat operasi mereka. Jurubicara Sean Spicer mengatakan mereka antara lain akan dikirim ke Departemen Luar Negeri, Departemen Pertahanan, Departemen Kehakiman dan Dewan Keamanan Nasional.

Pekan depan, akan diumumkan tim-tim yang berfokus pada kebijakan ekonomi, kebijakan dalam negeri dan badan-badan independen. [uh/ab]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG