Tautan-tautan Akses

Transplantasi Organ Pertama dari Donor HIV Positif Sukses


Dorry Segev (kiri) dan Morris Murray, penerima transplantasi hati sebelumnya, diwawancara mengenai transplantasi hati pertama dari donor HIV di rumah sakit Johns Hopkins di Baltimore (30/3). (AP/Gail Burton)

Dorry Segev (kiri) dan Morris Murray, penerima transplantasi hati sebelumnya, diwawancara mengenai transplantasi hati pertama dari donor HIV di rumah sakit Johns Hopkins di Baltimore (30/3). (AP/Gail Burton)

Ini adalah kasus pertama untuk transplantasi hati dari donor HIV positif di dunia dan pertama kalinya di AS ada ginjal HIV positif yang ditransplantasikan.

Para dokter bedah di Johns Hopkins Medicine di Maryland, AS, berhasil menyelesaikan transplantasi hati dan ginjal yang pertama kalinya dilakukan di AS dari donor yang HIV positif kepada penerima yang juga HIV positif.

Ini untuk pertama kalinya sebuah transplantasi hati positif HIV dilakukan di dunia dan untuk pertama kalinya di Amerika ada transplantasi ginjal positif HIV. Para dokter di Afrika Selatan sebelumnya telah melakukan transplantasi ginjal positif HIV sebelumnya.

Para pejabat pusat medis tersebut mengatakan organ-organ itu bekerja dengan baik dan tidak ada komplikasi dalam operasi. Satu pasien sudah dipulangkan dan yang lain menyusul beberapa hari lagi.

Menurut para peneliti di University of Pennsylvania, ada hampir 400 orang positif HIV yang dapat menyumbangkan organnya setiap tahun, yang berpeluang menyelamatkan lebih dari 1.000 orang.

Transplantasi yang berhasil ini muncul sebagai hasil undang-undang kebijakan organ HIV 2013 yang membuka jalan untuk transplantasi organ HIV-ke-HIV.

Jaringan Persatuan untuk Pembagian Organ memberi Johns Hopkins lampu hijau bulan Januari, begitu para kandidat diidentifikasi.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kongres, Presiden dan semua komunitas transplantasi karena memperbolehkan kami menggunakan organ-organ dari pasien HIV positif untuk menyelamatkan nyawa, daripada membuangnya, seperti yang kita lakukan bertahun-tahun," ujar Dr. Dorry L. Segev, profesor bedah di fakultas kedokteran Johns Hopkins University.

Ada sekitar 122.000 orang di AS yang menunggu sumbangan organ. [hd]

XS
SM
MD
LG