Tautan-tautan Akses

Transaksi Kopi Indonesia Capai 35 Juta Dolar di Pameran Kopi Atlanta


Cameron kopi di Atlanta (Foto: VOA/Naratama)

Cameron kopi di Atlanta (Foto: VOA/Naratama)

Hasil transaksi kopi Indonesia dalam pameran ini mencapai $35 juta untuk distribusi 392 kontainer. Selain itu paviliun Indonesia juga melakukan lelang kopi dengan total transaksi sebesar $11,900.

"Kopi Indonesia sangat berbeda, Anda tidak bisa mendapatkannya di tempat lain," ujar Phil Goodlayson, pengusaha kopi dari Corfus Cofee yang baru saja memenangkan Lelang Kopi Indonesia di Paviliun "The Remarkable Indonesian Coffee". Inilah pameran kopi terbesar di Amerika yang diselenggarakan oleh asosiasi kopi Amerika, Specialty Coffee Association of America (SCAA). Phil bersama kawannya, sengaja datang ke ajang pameran kopi di kota Atlanta, Georgia pada akhir April 2016 ini untuk membeli kopi Indonesia.

Pameran di tengah pusat kota Atlanta ini dihadiri oleh lebih dari 40.000 pengunjung. Mereka datang dari berbagai latar belakang dunia kopi, seperti petani kopi, pedagang kopi, pembeli kopi, pemilik kedai hingga pemilik restoran ternama di berbagai kota. Ribuan jenis dan produk kopi dari seluruh dunia hadir di sini mulai dari kopi Arabika, kopi Robusta, kopi Liberika hingga kopi Kona Caffee dari Hawai.

"Pameran ini bertujuan untuk lebih mengenalkan produk kopi Indonesia ke Amerika. Partner kita di sini adalah Amerika di mana produk kopi kita sangat diminati. Mudah-mudahan akan lebih surplus lagi di masa mendatang," kata Ibu Nus Nuzulia Ishak, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Negara dari kantor Kementerian Perdagangan. Tahun ini, kopi Indonesia terpilih sebagai The SCAA Potrait Country di mana Kopi Indonesia menjadi sorotan utama selama pameran berlangsung.

"Indonesia menduduki nomor empat sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia dan kita dikenal dengan keanekaragamnnya untuk kopi. Ada ribuan jenis kopi di Indonesia baik Arabika maupun Robusta. Nah, branding kita adalah Coffee is Indonesia. Jadi kalau publik Amerika mau membuat atau minum kopi, mereka akan mengingat Indonesia," jelas Reza Pahlevi, Atase Perdagangan Indonesia di Amerika Serikat. Branding ini cukup melekat selama pameran berlangsung. Hal ini bisa dilihat dari Paviliun Indonesia yang mendapat pengunjung lebih banyak dari paviliun lainnya. "Dari branding Indonesia, diharapkan nanti mereka akan membeli produk Indonesia lainnya, bukan hanya kopi," tambah Reza yang berencana untuk terus mempromosikan kopi di Amerika.

Hasil transaksi kopi Indonesia dalam pameran ini mencapai $35 juta untuk distribusi 392 kontainer. Selain itu paviliun Indonesia juga melakukan lelang kopi dengan total transaksi sebesar $11,900. Lelang ini dimulai dengan Coffee Cupping di mana para peserta dapat mencium aroma kopi satu persatu. Setelah itu mereka dapat mencicipinya sedikit sebelum menawar. Ada 17 jenis specialty coffee yang dilelang, seperti Kopi Gunung Puntang, Mekar Wangi, kopi Manggarai, kopi Malabar Honey, kopi Flores Ende dan kopi Java Temanggung.

Sementara itu, di hari lain juga diselenggarakan pertemuan bisnis antara para pengusaha kopi Indonesia dan Amerika yang dikoordinasi oleh perwakilan pemerintah Indonesia kerjasama antara Kantor Kementerian Perdagangan dan Konsulat Jendral Indonesia di Houston, Texas. "Ini adalah pertemuan bisnis kopi Indonesia pertama di Atlanta. Tujuannya untuk menjembatani antara pengusaha Indonesia dan Amerika, sekaligus mengenalkan potensi Indonesia yang sangat kaya kepada mereka," kata Henk E Saroinsong, Konsul Jendral Republik Indonesia di Houston, Texas.

"Kopi Indonesia adalah favorit saya. Sangat beragam rasanya. Dari kopi Sulawesi, Jawa dan Sumatra selalu mempunyai rasa yang berbeda dan unik," ujar Sean Boyd pemilik RedWhale Coffee.com di San Rafael, California. Sean sudah menjual kopi Indonesia di kedai kopi miliknya. Tapi apakah Sean pernah ke Indonesia? "No. I've never been to Indonesia. But I'd like to go there. someday," kata Sean yang bercita-cita ingin melihat kebun kopi di Indonesia.

XS
SM
MD
LG