Tautan-tautan Akses

AS

Tokoh Demokrat di Senat AS Menentang Perjanjian Nuklir Iran


Senator Charles Schumer berbicara kepada reporter di Capitol Hill (foto: dok).

Senator Charles Schumer berbicara kepada reporter di Capitol Hill (foto: dok).

Upaya Presiden AS Barack Obama agar kesepakatan nuklir Iran bisa diterima Kongres AS yang skeptis telah mengalami kemunduran serius, karena tentangan dari internal Partai Demokrat sendiri.

Gedung Putih hari Jumat (7/8) mengatakan mereka kecewa tapi tidak heran bahwa salah seorang tokoh terkemuka partai Demokrat dalam Senat Amerika, sekaligus seorang sekutu dekat Presiden BarackObama, Senator Chuck Schumer menentang persetujuan nuklir yang hendak diadakan dengan Iran.

Juru bicara Josh Earnest mengatakan Senator Chuck Schumer telah mempunyai pendapat yang berbeda dengan Presiden Barack Obama sejak tahun 2003, yang dimaksudnya adalah dukungan Schumer pada perang yang dipimpin Amerika di Irak.

“Itulah sebabnya saya menggambarkan ini sebagai pengumuman yang tidak mengherankan siapapun di sini di Gedung Putih, walaupun itu memang mengecewakan,” kata Earnest. “Tetapi itu tidak mengubah keyakinan kami bahwa kami akan dapat menggalang dukungan mayoritas fraksi Demokrat dalam DPR dan Senat dan, kalau perlu, mempertahankan veto presiden.”

Dalam pernyataan menjelaskan keprihatinannya, Schumer mengatakan aturan meng-inspeksi sarana nuklir Iran tidak memadai. Ia juga mengutarakan keprihatinan uang yang dibebaskan oleh pencabutan sanksi akan memungkinkan Iran meningkatkan pendanaan kelompok-kelompok militan di seluruh Timur-Tengah, yang menggoyahkan lebih jauh kawasan itu.

“Setelah studi yang mendalam, pemikiran yang cermat, dan perenungan yang sungguh-sungguh, saya telah memutuskan bahwa saya harus menentang perjanjian ini dan akan memberikan suara “ya” untuk mosi penolakan.” Demikian dikatakan oleh Senator Schumer dalam sebuah pernyataan Kamis (6/8) malam.

Keputusan Schumer, yang diperkirakan akan mengambil-alih kepemimpinan Demokrat dalam Senat tahun 2017, dipandang sebagai pukulan berat terhadap pemerintahan Obama, yang sedang mengalami kesulitan untuk memperoleh dukungan Kongres pada persetujuan nuklir Iran. Schumer, senator dari negara bagian New York dan salah seorang anggota kongres senior merilis pernyataan itu tidak lama setelah seorang anggota DPR berpengaruh lainnya dari Partai Demokrat, Eliot Engel, juga dari New York, mengumumkan penolakannya terhadap kesepakatan itu hari Kamis.

Menteri Luar Negeri John Kerry, salah seorang arsitek kesepakatan nuklir, mengatakan ia “sangat kecewa” dengan keputusan tersebut. “Penolakan bukanlah kebijakan masa depan,” kata Kerry dalam sebuah konferensi pers di Hanoi, ibukota Vietnam, di mana ia segera mengakhiri lawatannya di Asia Tenggara.

Presiden Obama mengatakan ia akan memveto setiap keputusan Kongres yang menentang kesepakatan, tapi ia memerlukan dukungan fraksi Demokrat untuk mempertahankan veto tersebut.

Sementara itu, Amerika Serikat mengatakan mereka sangat prihatin mengenai laporan media Barat bahwa komandan Pasukan Elit Iran, Quds, baru-baru ini mengunjungi Rusia yang melanggar larangan bepergian PBB.

XS
SM
MD
LG