Tautan-tautan Akses

Tokoh Pakistan Kecam Hari Valentine, Penjual Bunga Rugi


Seorang penjual balon 'hari Valentine' di Karachi, Pakistan hanya mendapatkan sedikit pembeli tahun ini (10/2).

Seorang penjual balon 'hari Valentine' di Karachi, Pakistan hanya mendapatkan sedikit pembeli tahun ini (10/2).

Sejumlah pejabat dan pemimpin agama Pakistan mengecam hari Valentine sebagai impor dari Barat dan menyerukan kepada warga untuk tidak merayakan hari itu.

Toko-toko bunga di Pakistan sebagian besar kosong sepanjang akhir pekan ini setelah sejumlah pejabat dan pemimpin agama mengecam Hari Valentine sebagai impor dari Barat dan menyerukan kepada warga untuk tidak merayakan hari itu.

Kelompok garis keras di dunia Islam menolak perayaan yang diambil dari nama seorang santo Kristen itu, tetapi biasanya tidak menghentikan orang untuk membeli bunga, balon, permen atau hadiah lain.

Kelompok-kelompok Islam di Pakistan menyampaikan kecaman keras terhadap perayaan itu melalui media sosial dan spanduk-spanduk, sebagaimana yang mereka sampaikan setiap tahun. Sebuah kelompok bisnis memasang iklan seperempat halaman di suratkabar utama Pakistan, menyebut Hari Valentine sebagai tradisi Barat yang bertentangan dengan Islam.

Tetapi tahun ini pemerintah juga bersuara keras. Presiden Pakistan Mamnoon Hussain hari Jumat (12/2) mengatakan kepada sejumlah siswa bahwa hari Valentine “tidak memiliki hubungan dengan kebudayaan kita” dan perayaan itu harusnya dihindari.

Menteri Dalam Negeri Pakistan Chaudhy Nisar Khan mengatakan pemerintah tidak akan mengijinkan “acara yang tidak diinginkan”.

Pesan-pesan itu tampaknya menimbulkan dampak. Para penjual bunga mawar, balon berwarna merah dan boneka beruang mengatakan dibanding tahun-tahun sebelumnya, tahun ini hanya ada sedikit pembeli. [em/ii]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG