Tautan-tautan Akses

TNI-AU Terbangkan Personil ke Daerah Gempa di Kabupaten Simeulue

  • Budi Nahaba

TNI Angkatan Udara Rabu pagi menerbangkan sejumlah personil dengan pesawat jenis CN-235 untuk melakukan pemantauan dari dekat dampak yang ditimbulkan akibat gempa di kawasan Kabupaten Simeulue, provinsi Nanggroe Aceh.Darussalam.

Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan di Jakarta, TNI-AU menerbangkan sejumlah personil mengunakan pesawat khusus melakukan pemantauan udara di wilayah provinsi Aceh terutama dipusat gempa Aceh disekitar Pulau Simeulue;

“(Kami) memberangkatkan satu pesawat TNI-AU CN-235, mengadakan pemotretan udara untuk mengetahui kondisi yang ada dilapangan, TNI juga telah menyiapkan pesawat jenis Hercules untuk kebutuhan logistik dan evakuasi jika diperlukan," ujar KASAU.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mencabut pernyataan potensi tsunami setelah gempa 7,2 skala Richter mengguncang Aceh sekitarnya pukul 05.15 WIB.

Saksi mata warga di kawasan pusat gempa, Hajjah Alyda pemilik sebuah toko di kota Sinabang mengatakan ia dan keluarga cukup panik saat gempa terjadi, “Kaget lah awak, ada juga barang yang pecah berserak, saya di pusat kota Sinabang. (Tapi) komunikasi lancar HP dan telpon lancar.”

Menurut Alyda, sejumlah barang di tokonya berhamburan jatuh, membuat bangunan retak-retak. Gempa juga memadamkan aliran listrik. Namun saluran komunikasi masih berfungsi baik. Tim pemerintah provinsi dari Banda Aceh bersama petugas kesehatan, menurut Alyda, telah tiba meninjau sejumlah instalasi kesehatan dan kantor pemerintah di Sinabang.

"Listrik masih mati belum hidup, gempa susulan sampai sore ini belum ada. Kami keluarga telah berkumpul di tempat lebih aman, (karena) katanya ada gempa susulan pukul lima sore, kami pasrah saja dengan kuasa Tuhan (Allah).”

Pihak Badan Cuaca Nasional BMKG Rabu pagi menyebutkan pusat gempa berada pada 2,30 derajat Lintang Utara dan 96,87 derajat Bujur Timur atau sekitar 75 kilometer di tenggara Kota Sinabang, Kabupaten Simeuleu. Kedalaman gempa sekitar 34 kilometer di bawah permukaan laut.

Media lokal, Aceh TV, melaporkan bahwa menurut petugas kesehatan kota Sinabang, korban gempa di Simeulue terus bertambah. Hingga Rabu siang, jumlah korban yang dirawat di Rumah Sakit Umum Sinabang berjumlah 17 orang. Akibat khawatir akan terjadinya gempa susulan, rumah sakit setempat sempat memindahkan pasiennya ke luar gedung.

Juru Bicara Pemerintah Daerah Kabupaten Simeuleu mengatakan empat dari 17 korban mengalami luka berat. Salah satu korban gempa merupakan anak-anak yang terluka setelah tertimpa tiang listrik.

Guncangan akibat gempa Aceh juga dirasakan di Sumatera Utara, terutama bagi warga Kota Medan. Rara Damanik, seorang karyawan sebuah hotel di Medan mengatakan pemukiman warga sekitar Medan listrik masih padam, namun saluran komunikasi baik.“Panik juga kami pagi tadi (akibat) gempa, (tapi) sekarang sudah normal. Perumahan listrik masih padam,” kata Rara.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat lima kali gempa susulan yang terjadi di Sinabang, Nias, dan Singkil, setelah gempa berkekuatan 7,2 pada Skala Richter, sementara data Badan Survei Geologi Amerika (USGS) melaporkan kekuatan gempa Aceh, 7,7 SR.

Pakar mengatakan sampai sekarang Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak di Lingkaran Api, yang merupakan kawasan pertemuan lempeng bumi. Kondisi tersebut menyebabkan banyaknya gunung berapi yang membentang dari Asia ke Pantai Barat Amerika, dan menyebabkan daerah ini sering terkena gempa bumi.

XS
SM
MD
LG