Tautan-tautan Akses

Tiru Budaya 'Silicon Valley' jika Ingin Sukses Bisnis Baru


Kantor pusat Google di Mountain View, California, terletak di kawasan yang disebut Silicon Valley (foto: ilustrasi).

Kantor pusat Google di Mountain View, California, terletak di kawasan yang disebut Silicon Valley (foto: ilustrasi).

Salah satu bahan utama untuk sukses dalam bisnis teknologi startup di Silicon Valley adalah merangkul budaya keterbukaan dan bertukar pikiran.

Demikian disampaikan banyak pengusaha yang membuka bisnis di Silicon Valley atau Lembah Silikon, kawasan bisnis teknologi di negara bagian California. Mentalitas seperti itu, diakui, sangat tidak lazim di beberapa bagian dunia.

Tania Zapata, asal Kolombia, ikut mendirikan bisnis teknologi startup yang sukses di San Francisco, disebut Torre. Ia tahu betul betapa jauh lebih sulit jika pengusaha tidak mencari bantuan dan mengajak orang lain urun rembug.

"Membangun perusahaan bukanlah sesuatu yang bisa kita lakukan sendiri," ujar Zapata.

"Kami melakukan itu ketika mulai mendirikan bisnis, dan menurut saya, kami pun banyak berbuat salah hanya karena kami tidak meminta bantuan. Kami tidak menjangkau orang-orang. Sangat sulit. Jadi, jauh lebih baik untuk melakukannya seperti satu kelompok," tambah Zapata.

Langkah Zapata menuju Silicon Valley tidaklah biasa.

Ia mengungkapkan, "Saya dulu bekerja di radio, kemudian memutuskan memulai bisnis sendiri sebagai aktris suara, dan, saya dapati, bisnis itu sangat rumit. Sangat sulit bagi saya menghubungi langsung pihak-pihak yang membutuhkan suara saya." [ka/al]

XS
SM
MD
LG