Tautan-tautan Akses

Tiongkok Tolak Kritik AS Terkait Konflik Suriah


Jurubicara Kementrian Luar Negeri Tiongkok, Liu Weimin (Foto: dok).

Jurubicara Kementrian Luar Negeri Tiongkok, Liu Weimin (Foto: dok).

Kementerian Luar Negeri Tiongkok membantah tuduhan Menlu AS terkait menghambat upaya Internasional untuk mengakhiri konflik di Suriah.

Tiongkok membantah tuduhan Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton bahwa Tiongkok dan Rusia menghambat upaya-upaya mengakhiri konflik Suriah dengan mendukung Presiden Bashar al-Assad.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Liu Weimin Sabtu mengatakan bahwa pernyataan Clinton itu sama sekali tidak dapat diterima Tiongkok. Ia mengatakan Tiongkok mendapat dukungan luas kalangan masyarakat internasional mengenai sikap pemerintahnya terhadap Suriah, dan upaya apapun untuk menyudutkan Tiongkok akan gagal.

Pada pertemuan negara-negara yang mendukung lawan-lawan Assad di Paris, hari Jumat, Clinton mengatakan Rusia dan Tiongkok tidak dapat dibiarkan menghambat resolusi damai mengenai krisis Suriah dengan cara mendukung Presiden Assad. Clinton menuduh Rusia dan Tiongkok menghambat kemajuan.

Rusia dan Tiongkok, dua anggota tetap Dewan Keamanan PBB, telah berulangkali memveto aksi keras Dewan mengenai Suriah. Keduanya tidak menghadiri konferensi di Paris. Namun, mereka telah sepakat mengenai wewenang badan persiapan pemerintah peralihan untuk Suriah. Tiongkok dan Rusia adalah sekutu terkuat Suriah.

Dalam perkembangan lain, Sabtu, para pejabat Lebanon menyatakan tembakan roket Suriah telah menewaskan tiga orang dan melukai paling sedikit sembilan orang lainnya di desa-desa di Lebanon Utara.

Pemberontak Suriah yang berusaha menggulingkan Assad telah menggunakan Lebanon Utara sebagai pangkalan, dan pasukan Suriah telah melancarkan serangan-serangan maut melintas batas hingga Lebanon, sehingga memicu kekhawatiran bahwa konflik itu akan menyebar hingga ke negara tersebut.
XS
SM
MD
LG