Tautan-tautan Akses

Tiongkok: Taiwan Harus Ikut Bela Klaim di Laut Cina Selatan


Angkatan Laut Vietnam melakukan patroli di sekitar kepulauan Truong Sa atau Spratly yang disengketakan beberapa negara (foto: dok.).

Angkatan Laut Vietnam melakukan patroli di sekitar kepulauan Truong Sa atau Spratly yang disengketakan beberapa negara (foto: dok.).

Pejabat Tiongkok mengatakan bahwa kedaulatan mereka atas kepulauan di Laut Cina Selatan dan perairan sekitarnya 'tak dapat diganggu gugat.'

Seorang pejabat Tiongkok yang mengurusi hubungan dengan Taiwan mengatakan kedua pemerintah mempunyai tanggung-jawab bersama untuk membela klaim teritorial Tiongkok di Laut Cina Selatan.

Yang Yi, seorang jurubicara Kantor Urusan Taiwan di Tiongkok, mengatakan dalam jumpa pers di Beijing hari Rabu bahwa orang Tionghoa di seberang-menyeberang Selat Taiwan berkewajiban membela kedaulatan Tiongkok di perairan strategis itu.

Tiongkok dan Taiwan telah bersaingan selama puluhan tahun, dan keduanya mengklaim kedaulatan di seluruh Tiongkok. Tetapi, hubungan sudah membaik dalam tahun-tahun belakangan.

Yang juga menyatakan lagi klaim Beijing bahwa kedaulatan Tiongkok atas kepulauan di Laut Cina Selatan dan perairan sekitarnya “tidak dapat diganggu gugat.”

Baik Vietnam maupun Filipina telah mengeluh atas tindakan agresif Tiongkok di daerah dekat kepulauan Spratley yang disengketakan yang diklaim kedua negara sebagai bagian dari zona ekonomi eksklusif mereka. Amerika Serikat mengatakan perjanjian pertahanan bersama yang ditanda-tanganinya dengan Filipina dalam tahun 1950-an berlaku untuk sengketa ini.

XS
SM
MD
LG