Tautan-tautan Akses

Tiongkok Minta Penyelidikan Seksama atas Insiden Minyak Tumpah di Teluk Bohai

  • Stephanie Ho

Ladang minyak di Teluk Bohai yang dioperasikan oleh ConocoHillips dan CNOOC, Perusahaan Minyak Lepas Pantai Nasional Tiongkok.

Ladang minyak di Teluk Bohai yang dioperasikan oleh ConocoHillips dan CNOOC, Perusahaan Minyak Lepas Pantai Nasional Tiongkok.

Pemerintah Tiongkok meningkatkan tekanannya kepada perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam minyak tumpah di Teluk Bohai, dan menyerukan penyelidikan seksama atas insiden itu.

Media Tiongkok hari Kamis secara jelas melaporkan seruan Perdana Menteri Wen Jiabao mengenai penyelidikan atas insiden minyak tumpah di Teluk Bohai.

Wen mengetuai Dewan Negara, yang mengeluarkan pernyataan menyerukan semua pihak yang bertanggungjawab atas insiden itu agar menghentikan minyak tumpah itu dan membersihkannya.

Ladang minyak di mana insiden terjadi dioperasikan oleh ConocoPhillips China, usaha patungan antara perusahaan Amerika ConocoPhillips dan Perusahaan Minyak Lepas Pantai Nasional, milik pemerintah Tiongkok (CNOOC).

Beberapa jam sebelumnya, ConocoPhillips mengatakan akan menyediakan dana untuk menutup kerugian yang diakibatkan oleh tumpahan itu. Media Tiongkok tidak menyebutkan jumlahnya.

Ketika ditanya mengenai reaksi Pemerintah Tiongkok terhadap pernyataan ConocoPhillips itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Liu Weimin menyebut ini sebagai isu perdagangan, bukan isu diplomatik.

Liu mengatakan pihak berwenang terkait akan menangani kasus itu sesuai dengan apa yang disebutnya sebagai “prosedur biasa”.

Pemerintah Tiongkok tidak lagi menuding perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam insiden itu, tetapi Wang Yamin, asisten guru besar pada Shandang University’s College of the Ocean, berbicara telak.

Wang mengatakan ia berpendapat ConocoPhillips mengabaikan peraturan-peraturan lingkungan dan hanya peduli dengan penggalian minyak dan, karena itu bertanggung jawab sebagai penyebab terjadinya insiden itu.

Ia khususnya memuji maklumat Dewan Negara untuk membatasi lebih jauh proyek-proyek industri di wilayah Teluk Bohai. Ia mengatakan kawasan itu punya ekosistem yang rapuh yang dieksploitasi secara berlebihan.

Ia mengatakan kerusakan lingkungan sudah sangat parah, walaupun belum mencapai batas. Ia mengatakan, apabila kecenderungan seperti ini terus berlangsung, Bohai akan menjadi laut mati.

Nelayan di provinsi-provinsi Shandong, Hebei dan Liaoning, yang berbatasan dengan Bohai, mengatakan tumpahan minyak menghancurkan sebagian besar hasil penangkapan hasil laut.

Tumpahan itu mulai terjadi bulan Juni di ladang minyak 19-3 di lepas pantai Penglai. Sejak itu, pihak berwenang Tiongkok mengatakan sekitar 700 barel minyak dan 2.500 barel lumpur galian mengalir ke teluk itu. Ini bisa dibandingkan dengan hampir lima juta barel minyak yang tumpah ke Teluk Meksiko yang terjadi tahun lalu.

ConocoPhillips memiliki 49 persen ladang minyak Penglai, sisanya dimiliki CNOOC.

XS
SM
MD
LG