Tautan-tautan Akses

Tiongkok Desak Korea Utara Terima Kembali Inspektur Nuklir PBB


Fasilitas nuklir Korea Utara di Yongbyon, sebelah utara Pyongyang (foto satelit/dokumentasi).

Fasilitas nuklir Korea Utara di Yongbyon, sebelah utara Pyongyang (foto satelit/dokumentasi).

Juru bicara Kemlu Tiongkok Jiang Yu yakin Korut memperbolehkan para inspektur internasional memeriksa fasilitas nuklirnya.

Tiongkok mendesak Korea Utara untuk menerima kembali kedatangan para inspektur nuklir, untuk meredam ketegangan di semenanjung Korea. Komentar Tiongkok itu disampaikan ketika mantan utusan tinggi Amerika, yang baru saja mengunjungi Korea Utara, mengatakan pemerintah Korea Utara telah mengisyaratkan pihaknya siap untuk mengambil langkah semacam itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jiang Yu mengatakan Tiongkok yakin Korea Utara memperbolehkan para inspektur internasional memeriksa fasilitas nuklir Korea Utara.

Jiang mengatakan Korea Utara punya hak untuk mengupayakan energi nuklir untuk tujuan damai, tetapi juga harus bersedia diinspeksi oleh Badan Energi Atom Internasional.

Juru bicara Kemlu Tiongkok, Jiang Yu

Juru bicara Kemlu Tiongkok, Jiang Yu

Ia mengatakan hari Selasa bahwa isu tersebut harus dipecahkan melalui pembicaraan enam pihak, yang dihadiri Amerika, Tiongkok, Korea Utara, Korea Selatan, Jepang dan Rusia. Pembicaraan itu bertujuan membujuk Korea Utara agar menghentikan program senjata nuklirnya.

Juru bicara tersebut mengatakan Tiongkok menunggu apa yang disebutnya sebagai “reaksi positif” terhadap seruannya agar diadakan pembicaraan darurat untuk mengatasi ketegangan terakhir di semenanjung Korea. Bulan lalu, Korea Utara menembaki sebuah pulau di Korea Selatan, menewaskan empat orang. Korea Selatan membalas serangan tersebut, dan menimbulkan kekhawatiran akan perang.

Jiang mengatakan situasi di semenanjung Korea saat ini tetap “rumit” dan “sensitif”. Tiongkok mendesak semua pihak untuk tetap tenang dan menahan diri.

Tiongkok belum mengecam sekutunya, Korea Utara, atas serangan itu. Tiongkok selama ini mengecam latihan militer Korea Selatan dan latihan bersama Korea Selatan dengan pasukan Amerika di kawasan itu.

Komentar Jiang tersebut datang ketika mantan duta besar Amerika untuk PBB, Bill Richardson, mengatakan Korea Utara berjanji untuk memperbolehkan inspektur IAEA untuk memastikan bahwa Korea Utara tidak memproses uranium yang diperkaya untuk membuat senjata nuklir.

Bill Richardson saat melakukan kunjungan ke Pyongyang, Minggu 19 Desember 2010.

Bill Richardson saat melakukan kunjungan ke Pyongyang, Minggu 19 Desember 2010.

Richardson, kini gubernur negara bagian New Mexico di Amerika, mampir di Beijing hari Selasa setelah berkunjung ke Pyongyang.

“Saya melihat adanya sikap pragmatis Korea Utara, sikap yang lebih realistis, mungkin pandangan bahwa mereka telah melangkah terlalu jauh, waktunya untuk kembali dan mundur dan memulai negosiasi kembali. Saya menyadari hal itu dan ketika saya mendesak agar tidak melakukan balas dendam, saya melihat sedikit pergerakan ke arah yang lebih positif.”

Komentarnya merujuk pada Korea Utara yang mundur dari ancaman akan mengadakan pembalasan atas militer Korea Selatan hari Senin.

Richardson melakukan perjalanan dalam kapasitas pribadi untuk meredam ketegangan, dan tidak mewakili pemerintah Amerika.

Juru bicara Tiongkok itu mengatakan Beijing selalu mendukung segala bentuk kontak antara Amerika dan Korea Utara. Jiang mengatakan Tiongkok berharap pertemuan itu akan mendorong dimulainya kembali pembicaraan enam pihak.

XS
SM
MD
LG