Tautan-tautan Akses

Tiongkok akan Impor Jagung dari Ukraina

  • James Brooke

Kemarau parah yang merusak panen jagung dan gandum di Amerika, eksportir pangan terbesar dunia membuat Tiongkok, pengimpor pangan besar, beralih ke sumber pasokan baru, Ukraina (foto: dok.).

Kemarau parah yang merusak panen jagung dan gandum di Amerika, eksportir pangan terbesar dunia membuat Tiongkok, pengimpor pangan besar, beralih ke sumber pasokan baru, Ukraina (foto: dok.).

Tiongkok, pengimpor pangan besar, beralih ke sumber pasokan baru – Ukraina, negara yang pernah dikenal sebagai gudang pangan Eropa.

Kemarau yang menghancurkan ladang-ladang biji-bijian di seluruh wilayah tengah Amerika membuat para pakar memperkirakan cadangan pangan dunia akan berkurang dalam dasawarsa ini, dan harga akan naik. Kalau harga biji-bijian naik, demikian pula harga roti, susu, telur, dan daging. Ketika itu terjadi dua tahun lalu, kerusuhan pecah di Mesir dan Mozambik.

Menjelang tahun 2050, dunia akan harus memproduksi pangan 60 persen lebih banyak untuk memenuhi permintaan dari penduduk dunia yang jumlahnya diperkirakan lebih besar dan lebih kaya.

Bertindak dini, Tiongkok mendekati penghasil-penghasil pangan di seluruh dunia untuk menjamin pasokan pangan pada masa mendatang.

Seabad lalu, panen jagung dan gandum yang berlimpah membuat Ukraina menjadi gudang pangan Eropa.

Sekarang Tiongkok ingin menguasai bagian hasil bumi yang berasal dari lahan-lahan subur di negara pertanian yang ukurannya seluas Prancis itu.

Galyna Kovtok adalah pimpinan eksekutif Pertanian UkrLand, atau ULF, agribisnis terbesar di Ukraina. Memiliki lahan lebih dari setengah juta hektar, ia merundingkan pinjaman empat juta dolar dari Tiongkok bagi perusahaannya.

Ia memperkirakan dalam beberapa bulan perusahaannya akan bisa mengekspor jagung ke Tiongkok, membuat Ukraina negara pertama di luar Amerika yang melakukannya. Karena penduduk Tiongkok bertambah, dan lebih kaya, Tiongkok akan mengalahkan Jepang sebagai importir jagung terbesar dunia.

Di Lokhvitsa, tiga jam berkendaraan ke sebelah Timur Kiev, Tiongkok membiayai pembangunan enam gudang penyimpanan biji-bijian. Dibangun untuk pasar Tiongkok, ULF akan segera punya kapasitas penyimpanan hampir dua juta ton.

Di gudang-gudang penyimpanan, dan di ladang-ladang, peralatannya kebanyakan buatan Amerika.

Di ladang gandum di sini, empat set mesin pertanian John Deere, yang harganya setengah juta dolar digunakan untuk memanen dan menebah.

Dengan investasi seperti ini, panen biji-bijian ULF per are sekarang adalah separuh antara hasil panen rata-rata Ukraina dan panen tinggi di wilayah tengah Amerika.

Tetapi, seperti di Amerika, pertanian tergantung pada cuaca.

Di seluruh kawasan Laut Hitam – di Ukraina, Rusia, dan Kazakhstan – kemarau tahun ini menurunkan hasil panen antara 15 sampai 20 persen.

Yuri Scherbak, pengelola ULF, mengatakann, kurangnya hujan akan menurunkan hasil panen sebesar 15 persen.

Secara tradisonal, kawasan Laut Hitam merupakan sumber utama gandum bagi Afrika Utara dan Timur Tengah.

Tetapi tahun ini, Rusia mungkin harus menangguhkan ekspornya, dan Afrika Utara serta Timur Tengah sekarang harus bersaing dengan Tiongkok.
XS
SM
MD
LG