Tautan-tautan Akses

Tingkat Kematian akibat Virus H7N9 Capai 36 Persen


Penderita flu burung jenis H7N9 dirawat di rumah sakit kota Hangzhou, provinsi Zhejiang, China (foto: dok).

Penderita flu burung jenis H7N9 dirawat di rumah sakit kota Hangzhou, provinsi Zhejiang, China (foto: dok).

Sebuah laporan periset China mengatakan, lebih dari sepertiga pasien flu unggas yang baru, meninggal setelah dirawat di rumah sakit tahun ini.

Virus flu unggas H7N9 itu pertama kali tercatat di China akhir bulan Maret dan telah membuat sakit lebih dari 130 orang, dan menewaskan 37 lainnya.

Organisasi kesehatan sedunia WHO semula menyebut virus H7N9 itu sebagai salah satu virus influenza yang paling berbahaya, dan tampaknya menyebar lebih cepat dari virus flu unggas terdahulu H5N1.

Setelah mengadakan penyelidikan lebih lanjut, pakar-pakar China itu memperkirakan tingkat kematian penderita virus flu unggas paling baru itu mencapai 36 persen.

Perebakan lebih lanjut berhasil dihentikan setelah China menutup banyak pasar ayam dan unggas hidup. Kata para pakar, perebakan itu ditularkan oleh manusia yang terkena flu unggas dari hewan-hewan hidup yang dijual di pasar itu.

Tingkat kematian 36 persen itu lebih rendah dari tingkat kematian yang disebabkan virus H5N1, yang mencapai 70 persen. Tapi virus H7N9 itu lebih ganas dari flu babi yang mengakibatkan pandemi global tahun 2009, kendati jumlah korban tewas kurang dari satu persen.
XS
SM
MD
LG