Tautan-tautan Akses

Tingginya Harga Turunkan Kepopuleran Putin di Rusia


Seorang konsumen tengah memilih potongan ikan di sebuah toko grosir Perancis Auchan di Moskow, Rusia (Foto: dok).

Seorang konsumen tengah memilih potongan ikan di sebuah toko grosir Perancis Auchan di Moskow, Rusia (Foto: dok).

Kekhawatiran Rusia tentang kenaikan harga telah mengikis peringkat persetujuan publik terhadap Presiden Vladimir Putin. Namun laporan harian Vedomosti Jumat (28/8) mengatakan peringkatnya tetap tinggi.

Laporan ini mengutip sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Yayasan Opini Publik yang menunjukkan bahwa 72 persen warga Rusia akan memilih Putin pada bulan Agustus, turun dari 76 persen pada Mei.

Jajak pendapat lain, yang dilakukan oleh Levada Center, menunjukkan bahwa pada bulan Agustus 83 persen warga Rusia menyetujui tindakan Presiden, turun dari 89 persen yang perolehan pada bulan Mei.

Media mengutip pendapat para ahli yang mengatakan jatuhnya pengaruh Putin tersebut merupakan cerminan dari ketidakpuasan masyarakat terkait harga selama musim panas, ketika pemerintah menetapkan kenaikan harga untuk biaya transportasi dan fasilitas publik lainnya.

Peringkat popularitas Putin tetap sangat tinggi baik dalam standar internasional maupun sejarah, didorong oleh respon pergolakan politik di Ukraina tahun lalu. Aneksasi Krimea dan kecaman dari tindakan Barat menghidupkan semangat patriotik di Rusia.

Menurut jajak pendapat Levada Center, tingkat persetujuan Putin pada bulan November 2013 adalah 61 persen, terendah sejak 2000 ketika ia pertama kalinya terpilih sebagai presiden, tetapi melonjak di atas 80 persen awal tahun lalu.

Inflasi harga konsumen adalah 15,6 persen pada Juli, setelah mencapai 16,9 persen yang tertinggi dalam 13 tahun pada bulan Maret, akibat kemerosotan rubel yang disebabkan oleh jatuhnya harga minyak dan sanksi Barat atas konflik Ukraina.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG