Tautan-tautan Akses

Tim SAR Evakuasi Jenazah dari Gunung Salak


Tim SAR mengumpulkan kantong jenazah korban Sukhoi Superjet 100 dari sekitar kepingan pesawat yang jatuh di Gunung Salak, Bogor (11/5).

Tim SAR mengumpulkan kantong jenazah korban Sukhoi Superjet 100 dari sekitar kepingan pesawat yang jatuh di Gunung Salak, Bogor (11/5).

Anggota keluarga korban berkumpul di sebuah rumah sakit di Jakarta Sabtu sementara jenazah tiba dalam kantong-kantong mayat.

Tim-tim pencari di Indonesia mulai memindahkan jenazah penumpang pesawat yang menubruk sisi gunung Salak pada hari Rabu. Penyebab kecelakaan pesawat jet Rusia itu hingga saat ini masih menjadi misteri.

Anggota keluarga korban berkumpul di sebuah rumah sakit di Jakarta Sabtu sementara jenazah tiba dalam kantong-kantong mayat.

Penyelidik berpendapat tak ada yang selamat setelah pesawat penumpang buatan Rusia itu dengan paling sedikit 45 penumpang menubruk sebuah sisi yang hampir tegak lurus dari Gunung Salak.

Pejabat mengatakan pilot dari pesawat Superjet 100 Sukhoi yang naas itu lepas landas dari Jakarta dalam rangka tur promosi yang mengikutsertakan para pengusaha calon pembeli pesawat itu.

Tim pencari di lokasi kecelakaan tidak menemukan tanda-tanda dari perekam kotak hitam pesawat yang bisa memperjelas penyebab kecelakaan.

Tetapi kantor berita Perancis mengatakan, kementerian perhubungan Indonesia telah memberi konfirmasi bahwa menara kendali Jakarta telah memberi pilot ijin untuk turun dari ketinggian 3.000 meter ke 1.800 meter.

Belum ada penjelasan mengapa pilot Rusia itu minta ijin penurunan ketinggian. Pesawat hilang tak lama setelah permintaan ini dan menubruk gunung, yang mencapai ketinggian 2.200 meter.

Superjet 100 Sukhoi kini sudah dioperasikan oleh perusahaan penerbangan Rusia, Aeroflot dan Armenia, Armavia.
XS
SM
MD
LG