Tautan-tautan Akses

Tim SAR Lanjutkan Kembali Operasi Pencarian “KM Marina Baru” Besok


Tim SAR dan warga setempat membantu mengangkat korban kapal feri yang tenggelam di Sulawesi.

Tim SAR dan warga setempat membantu mengangkat korban kapal feri yang tenggelam di Sulawesi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah bekerjasama dengan seluruh unsur kembali memulai pencarian penumpang KM Marina Baru yang dipastikan tenggelam Sabtu (19/12). 78 dari 118 penumpang dinyatakan hilang.

Setelah kehilangan kontak selama lebih dari 24 jam, otorita berwenang menyatakan kapal feri KM Marina Baru yang membawa 118 penumpang dan anak buah kapal atau ABK tenggelam di perairan Wajo, Sulawesi Selatan.

Kapal ferry itu bertolak dari Kolaka, Sulawesi Tenggara hari Sabtu (19/12) sekitar jam 12 siang dan diperkirakan tiba di Wajo, Sulawesi Selatan jam 3 sore. Tetapi beberapa saat sebelum tiba, syahbandar melaporkan kehilangan kontak dengan kapal naas itu. Hal ini disampaikan Alamsyah, Kepala BPBD Wajo kepada VOA Minggu pagi (20/12).

"… Ada informasi dari syahbandar bahwa pada jam 14.57 kehilangan kontak dengan kapal dan ia meminta bantuan kepada kami khawatir kapal mengalami masalah akibat cuaca. Kapal ini membawa 118 penumpang yang terdiri dari 191 dewasa, 5 anak, 10 bayi dan 12 ABK. Sampai hari ini, Minggu 20 Desember, kapal dinyatakan tenggelam. Pada pencarian hari kedua kami berhasil mendapatkan 40 korban, di mana 37 di antaranya selamat dan 3 bayi meninggal," ujarnya.

Hingga laporan ini disampaikan belum diketahui penyebab kecelakaan KM Marina Baru yang mulai dioperasikan tahun 2004. Kapal diketahui dalam kondisi baik dan layak berlayar, sementara cuaca kapal bertolak pun dinyatakan baik. Satu-satunya hal yang diperkirakan menjadi penyebab kecelakaan adalah perubahan cuaca secara tiba-tiba di sekitar Teluk Bone dan hantaman ombak sangat tinggi yang memecah geladak kapal.

"Memang hasil perkiraan BMKG hari Sabtu, kecepatan angin sedang dan tinggi ombak normal. Tetapi ketika kapal berada di Teluk Bone, ada angin dari timur dan barat yang bertemu sehingga ketinggian ombak mencapai 5 meter. Kapal ini dikabarkan mengalami kebocoran di bagian depan dan terbelah. Kami sudah menginterogasi sejumlah anggota keluarga yang sempat berkomunikasi melalui telfon dengan keluarga mereka yang menumpang di KM Marina Baru, yang sempat mengatakan bahwa kapal sedang dimasuki air laut dan ABK memerintahkan semua penumpang untuk mengenakan pelampung. Telfon terakhir itu adalah sekitar jam 14.50 WIT. Setelah itu mereka (sanak keluarga di darat) juga kehilangan kontak. Hal yang sama dilaporkan syahbandar yang kehilangan kontak sekitar jam 14.57 WIT," tambahnya.

Untuk menemukan 78 penumpang dan ABK yang masih dinyatakan hilang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD akan kembali melakukan operasi pencarian Senin pagi (21/12) mulai jam 6 pagi. Menurut Ketua BPBD Alamsyah, dua helikopter Basarnas dan satu kapal Angkatan Laut sudah didatangkan dari Kendari untuk operasi pencarian itu.

"Kami akan memaksimalkan operasi besok. Memang jika sudah lebih dari 24 jam, kita bicara takdir saja ini, semoga saja 78 penumpang yang masih dinyatakan hilang itu bisa selamat. Tetapi apapun itu, besok kami akan upayakan semua peralatan, termasuk dua helikopter dan kapal Angkatan Laut ‘Pacitan’ yang didatangkan dari Kendari dan kini sudah merapat di posko induk. Kami sudah rapat untuk memaksimalkan semua upaya agar bisa membuahkan hasil. Kami mohon doa seluruh masyarakat," kata Alamsyah.

Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau dan kapal laut merupakan salah satu sarana transportasi strategis yang kerap digunakan warga. Ironisnya industri ini memiliki catatan pelayanan yang buruk dan kecelakaan kerap terjadi. [em/al]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG