Tautan-tautan Akses

Tim Penyelamat di Miyagi Temukan Semakin Banyak Korban Tewas


Bangkai mobil tumpang tindih di Sendai, Miyagi, Jepang, Senin (14/3).

Bangkai mobil tumpang tindih di Sendai, Miyagi, Jepang, Senin (14/3).

Kurang lebih 1.000 mayat terlihat, Senin, di Minami Sanriku di prefektur Miyagi, salah satu daerah yang paling parah diterpa tsunami.

Helikopter-helikopter militer terbang rendah untuk memantau kerusakan dan mencari korban selamat di sepanjang pantai Miyagi. Sejauh ini, lebih dari 15.000 orang telah ditemukan. Tapi, semakin banyak pula korban tewas yang ditemukan.

Diperkirakan sekitar 1.000 mayat terlihat, Senin, di Minami Sanriku di prefektur Miyagi. Kota pelabuhan ini adalah salah satu kawasan pesisir yang dihanyutkan oleh tsunami pada hari Jumat. Polisi Miyagi mengatakan ribuan orang masih hilang.

Di ibukota prefektur itu, Sendai, terdapat sejumlah kerusakan akibat gempa minggu lalu, gempa terbesar yang pernah tercatat di Jepang. Tetapi, kehancuran yang lebih luas disebabkan oleh tsunami.

Di pelabuhan utama Sendai, ratusan mobil dan truk hancur dengan cara yang tak terbayangkan. Ada yang tergencet sampai rata. Sebagian saling berhadapan seolah-olah terlibat tabrakan. Kendaraan lainnya saling bertumpukan.

Tentara Jepang menggendong seorang bayi yang diselamatkan dari rumah keluarganya di Ishimaki City, Miyagi (14/3).

Tentara Jepang menggendong seorang bayi yang diselamatkan dari rumah keluarganya di Ishimaki City, Miyagi (14/3).



Tentara Jepang berjalan melalui lumpur dan puing-puing yang luasnya berhektar-hektar untuk mencari mayat. Pemandangan ini juga menarik perhatian orang-orang yang ingin tahu, dengan mengambil foto dan mengintip ke dalam mobil dan truk yang hancur. Orang-orang yang mengendarai sepeda terlihat mengangkut berkotak-kotak kertas tisu dan kertas toilet, yang anehnya, tidak rusak dalam tsunami.

Sementara itu, asap hitam terus mengepul dari beberapa bangunan di pelabuhan tersebut.

Sebagian operasi penyelamatan telah dihentikan sementara Senin pagi ketika pemerintah Jepang memperingatkan akan adanya tsunami baru. Semua orang yang berada di sepanjang pantai dianjurkan untuk segera pindah ke tempat yang lebih tinggi oleh para penyiar berita. Tetapi beberapa menit kemudian, Badan Meteorologi Jepang mengatakan tidak ada gelombang besar yang terlihat.

Tentara, polisi dan pemadam kebakaran nyaris tidak pernah berhenti bekerja dengan adanya serangkaian gempa susulan melanda Miyagi, sepanjang hari. Tugas ini bisa jadi semakin sulit. Pakar-pakar seismologi pemerintah memprediksi gempa berkekuatan tujuh kemungkinan akan menyerang wilayah itu lagi, dalam beberapa hari.

XS
SM
MD
LG