Tautan-tautan Akses

Tim Pengacara: Anwar Ibrahim Hadapi Risiko Kesehatan di Sel Penjara


Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim (Foto: dok).

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim (Foto: dok).

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim memulai hukuman lima tahun penjaranya, Selasa (16/2) lalu setelah mahkamah agung negara itu menolak permohonan bandingnya yang terakhir,

Belum sampai seminggu setelah pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, dipenjarakan karena tuduhan sodomi, tim pengacaranya mengatakan, dia akan menghadapi risiko kesehatan yang serius, dikurung dalam sebuah sel kosong dengan hanya selapis kasur busa setebal dua inci di atas lantai, sebuah ember untuk mandi dan kakus.

Anwar memulai hukuman lima tahun penjaranya Selasa lalu setelah mahkamah agung negara itu menolak permohonan bandingnya yang terakhir, dengan mengeluarkan putusan bahwa terdapat bukti yang tak dapat disangkal dia telah menyodomi seorang mantan pembantu prianya.

Kasus tersebut dipandang luas bermotif politik demi menyingkirkan berbagai ancaman terhadap koalisi yang berkuasa, yang popularitasnya telah menurun setelah lebih dari lima dasawarsa berkuasa penuh.

Tim pengacara Anwar, mengatakan hari Senin, kondisi penjara tersebut akan memperburuk masalah sakit punggung dan tulang rusuk Anwar yang telah berlangsung lama, yang dapat "serius mengancam kesehatannya."

XS
SM
MD
LG