Tautan-tautan Akses

Tim Nasional Palestina Bersemangat Hadapi Piala Asia


Mantan pemain timnas Palestina, Mahmoud Sarsak, disambut meriah setibanya di rumahnya di Rafah, Jalur Gaza selatan Selasa (10/7).

Mantan pemain timnas Palestina, Mahmoud Sarsak, disambut meriah setibanya di rumahnya di Rafah, Jalur Gaza selatan Selasa (10/7).

Meski banyak menghadapi kendala, tim sepakbola Palestina yang menduduki peringkat 113 di dunia itu menolak patah arang.

Setelah bersemangat dengan kampanye untuk masuk kualifikasi Piala Asia untuk pertama kalinya, Palestina telah kehilangan pelatih, menghadapi pembatalan pertandingan-pertandingan persahabatan, mendapati para pemain dilarang bepergian dan terlibat konflik berdarah.

Namun tim Palestina menolak untuk patah arang.

Beberapa pihak memperkirakan keberadaan mereka di Australia tidak akan lebih lama daripada babak grup, dimana mereka menghadapi juara bertahan Jepang, mantan pemenang Irak dan sesama grup Asia Barat yaitu Yordania, namun hal itu tidak menjadi kendala bagi tim berperingkat 113 di dunia itu.

Kemenangan terbesar mereka telah dicapai, yaitu kesempatan untuk menunjukkan pada dunia mereka memiliki tim yang mampu berkompetisi melawan tim-tim papan atas Asia meski banyak masalah menghadang.

"Ini peristiwa bersejarah untuk kami," ujar pemain depan Ashraf Nu'man pada FIFA.com.

"Tujuan kami adalah untuk menunjukkan pada dunia bahwa tim nasional Palestina terus maju meski menghadapi banyak kesulitan. Kami ingin menunjukkan bahwa para pemain Palestina berhak bermain dan berkembang. Kami juga ingin membuat rakyat kami kembali tersenyum dan para penggemar kembali bahagia."

Pertandingan pembuka melawan Jepang (pada 12 Januari) akan menjadi pertandingan yang berat karena mereka dianggap salah satu tim terbaik Asia.

"Para pemain Jepang lebih baik dari kami," ujar Nu'man.

Tim Palestina pergi ke Maladewa untuk Challenge Cup Mei lalu dengan kekurangan enam pemain karena pembatasan gerak di luar Palestina.

Dengan sebagian besar dari pemain yang tidak hadir adalah penyerang, Nu'man dipaksa maju ke depan meski ia adalah pemain tengah dan bermain baik, membuatnya menjadi penyarang gol terbanyak dengan empat angka.

Sementara para anggota tim berjuang melawan mabuk laut karena perjalanan dengan kapal yang sepertinya tak ada akhir untuk mencapai pertandingan, sesi latihan dan hotel, Nu'man membuktikan bahwa ia memiliki tekad berjuang -- menghasilkan satu-satunya gol dalam final saat mengalahkan Filipina untuk mendapatkan tempat di Australia.

Tiket Emas

Tiket emas tersebut merupakan momen bahagia singkat yang diikuti dengan periode kegelapan.

Mantan pemain internasional Ahed Zaqout, salah satu pemain terbaik Palestina yang pernah ada, tewas oleh bom Israel yang menimpa apartemennya di Gaza pada Juli dalam konflik yang menewaskan lebih dari 2.100 warga Palestina dan lebih dari 70 warga Israel.

Pelatih Jamal Mahmoud mundur karena "alasan pribadi" akhir tahun lalu, digantikan oleh wakilnya Ahmed Al Hassan, tak lama sebelum kantor-kantor Asosiasi Sepakbola Palestina diserbu pasukan Israel November.

Sebuah pertandingan melawan Irak minggu lalu dibatalkan di menit terakhir karena alasan yang tidak jelas, sementara pekerjaan Al Hassan bersama timnya yang berkomitmen besar tidak optimal karena pembatasan-pembatasan yang ada.

Tak tergoyahkan, rakyat Palestina bersemangat dengan peluang global Piala Asia.

"Ini hal yang besar karena kehidupan di Palestina sangat sulit dan semua bidang olahraga memiliki banyak masalah," ujar Mahmoud.

"Ini peluang mengirimkan pesan ke seluruh dunia bahwa kita dapat berprestasi jika mendapat tempat, jika mendapat peralatan, diizinkan keluar dan kami mengirim pesan bahwa kami ingin perdamaian." (Reuters)

XS
SM
MD
LG