Tautan-tautan Akses

AS

3 Polisi Ditembak Tewas di Baton Rouge, Louisiana


Polisi memblokade lokasi penembakan terhadap enam orang polisi di kota Baton Rouge, Louisiana, Minggu pagi (17/7).

Polisi memblokade lokasi penembakan terhadap enam orang polisi di kota Baton Rouge, Louisiana, Minggu pagi (17/7).

Obama mengecam pembunuhan itu, mengatakan serangan semacam itu “terlalu sering,” dan ia menyeru warga AS untuk menghindari “retorika yang memecah belah” pasca kekerasan terbaru itu.

Tiga petugas polisi ditembak dan tewas, tiga lainnya luka-luka hari Minggu (17/7) pagi di kota Baton Rouge, negara bagian Louisiana, AS.

Insiden Minggu pagi terjadi di Baton Rouge, Louisiana, setelah seorang laki-laki bersenjata, bertopeng dan berpakaian hitam melepas tembakan dengan senapan serbu.

Rincian peristiwa itu belum jelas. Tetapi pemerintah kemudian mengatakan seorang tersangka tewas, dan polisi keempat dilaporkan dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Polisi melancarkan perburuan besar-besaran atas tersangka lain dan terlihat berkumpul di lokasi penembakan, kurang dari dua kilometer dari markas polisi, sementara helikopter berkeliling di sekitar itu.

Beberapa jam setelah penembakan, pihak berwenang mengatakan petugas-petugas polisi itu ditembaki di satu toko dan bahwa mayat tersangka kemudian ditemukan di dekat sana.

Gubernur Louisiana John Bel Edwards menyebut "ini serangan keterlaluan dan tidak dibenarkan terhadap kita semua pada saat kita membutuhkan persatuan dan penyembuhan."

Pihak berwenang tidak segera memberikan bukti bahwa polisi ditarget dalam penembakan itu. Superintenden Polisi negara bagian Louisiana, Kolonel Mike Edmonson kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa para penyidik meyakini hanya ada seorang penembak, yang kemudian diidentifikasi sebagai Gavin Eugene Long, 29 tahun.

Tetapi Edmonson juga memperingatkan bahwa penyidikan “masih terus berkembang,” dan dia tidak mengesampingkan kemungkinan pelakunya memiliki satu atau lebih kaki tangan yang masih buron.

Presiden Barack Obama, segera berpidato lewat televisi nasional, mengecam pembunuhan itu, mengatakan serangan semacam itu “terlalu sering.” Dia menyerukan warga AS untuk menghindari “retorika yang memecah belah” pasca kekerasan terbaru itu, yang sebelumnya dia gambarkan sebagai “serangan pengecut terhadap pengabdi negara, terhadap supremasi hukum, dan terhadap masyarakat madani.” [ka/vm]

XS
SM
MD
LG