Tautan-tautan Akses

3 Orang Etnis Uighur Tewas di China Timur Laut


Polisi paramiliter berpatroli di Xinjinag, wilayah Uighur di China. (Foto: Dok)

Polisi paramiliter berpatroli di Xinjinag, wilayah Uighur di China. (Foto: Dok)

Polisi menyebut mereka teroris yang menggunakan pisau untuk melawan penangkapan.

Polisi di China timur laut mengatakan mereka menembak mati tiga orang dari kelompok minoritas Muslim Uighur, dan menyebut mereka teroris yang menggunakan pisau untuk melawan penangkapan.

Polisi juga melukai tersangka ke empat dalam insiden itu hari Senin (13/7) di Shenyang, kata polisi kota itu dalam pernyataan pada mikroblog mereka.

Seorang pria yang tidak mau menyebut namanya di kantor pelanggaran pidana polisi Shenyang mengatakan Selasa bahwa keempatnya adalah etnis Uighur.

Penembakan Senin itu dilakukan terhadap warga yang berusaha melarikan diri lewat perbatasan timur laut China, demikian kata World Uyghur Congress. Juru bicara kelompok ini, Dilxat Raxit, mengatakan, orang-orang ini berusaha melawan ketika hendak ditangkap polisi.

Uighur adalah minoritas Muslim di Xinjiang, daerah bagian barat China. Beijing telah menuduh separatis Uighur melakukan terorisme di Xinjiang dan tempat lain di negara itu, termasuk serangan pisau tahun lalu di stasiun kereta api kota Kunming, China barat daya, yang menewaskan 31 orang.

Uighur telah mengeluhkan penindasan keras budaya dan agama mereka serta marjinalisasi kelompok mereka dalam ekonomi di Xinjiang, tempat kekerasan etnik telah menewaskan ratusan orang.

Pernyataan polisi mengatakan tidak ada warga sipil luka-luka atau tewas dalam insiden Senin, dan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan. Polisi tidak memberi keterangan lain.

Shenyang, di mana penembakan ini terjadi, terletak sekitar 4800 kilometer dari Urumqi, ibukota kawasan Xinjiang. Kata polisi, tidak ada orang-orang di sekitarnya yang tewas dalam insiden ini, dan ditambahkan, satu perempuan dan tiga anak-anak Uighur juga ditahan.

Pemerintah China mengatakan, pihaknya memerangi jihadis yang didukung unsur dari luar serta berusaha membentuk negara separatis di Xinjiang, meskipun tidak jelas sejauh mana kekisruhan di sana direncanakan oleh sebuah kelompok tertentu.

Beijing menampik tuduhan melakukan diskriminasi terhadap warga Uighur yang berbahasa Turkic, katanya pemerintah menyalurkan dana ke kawasan itu serta berusaha memperbaiki standar kehidupan penduduk di sana.

XS
SM
MD
LG