Tautan-tautan Akses

Puteranya Terkait Korupsi, 3 Menteri Turki Mengundurkan Diri


PM Turki Recep Tayyip Erdogan didesak untuk mundur setelah penyidikan korupsi melibatkan beberapa pejabat tinggi pemerintahannya (foto: dok).

PM Turki Recep Tayyip Erdogan didesak untuk mundur setelah penyidikan korupsi melibatkan beberapa pejabat tinggi pemerintahannya (foto: dok).

Menteri Lingkungan Turki menjadi Menteri kabinet ketiga yang hari Rabu (25/12) mengumumkan pengunduran diri karena penyidikan korupsi tingkat tinggi yang melibatkan puteranya.

Tiga menteri kabinet Turki mengundurkan diri hari Rabu (25/12), beberapa hari setelah putera-putera mereka ditangkap dalam skandal korupsi dan suap yang meluas, dan ditujukan pada sekutu-sekutu Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan.

Ketiga menteri yang mengundurkan diri adalah
Menteri Ekonomi Zafer Caglayan, Menteri Dalam Negeri Muammer Guler, dan Menteri Lingkungan dan Perencanaan Kota Erdogan Bayraktar.

Ketiga menteri tersebut membantah telah melakukan pelanggaran. Dua putera Menteri Caglayan dan Menteri Guler, serta CEO bank pemerintah Halkbank, termasuk di antara ke-24 orang yang ditangkap atas tuduhan penyuapan. Putera Bayraktar, Abdullah Oguz, ditahan sebentar, tetapi kemudian dibebaskan dari tahanan.

Laporan-laporan media mengatakan polisi telah menyita uang tunai $ 4,5 juta yang disimpan dalam kotak-kotak sepatu di rumah CEO bank tersebut, sementara lebih dari 1 juta dolar dalam bentuk tunai dilaporkan ditemukan di rumah putera Guler.
Erdogan mengecam penyidikan korupsi sebagai rencana kekuatan asing dan dalam negeri untuk menggagalkan perkembangan kemakmuran negaranya dan mendiskreditkan pemerintah menjelang pemilihan lokal pada bulan Maret.

Penyidikan itu merupakan salah satu tantangan politik terbesar yang dihadapi Erdogan partainya yang berbasis Islamis lolos ancaman penutupan pada tahun 2008 karena diduga melanggar konstitusi sekuler Turki.

Musim panas tahun ini, pemerintah juga terkena gelombang protes anti-pemerintah yang dipicu oleh proyek pembangunan yang akan menggusur sebuah taman populer di Istanbul.

Dalam masalah lebih lanjut yang dihadapi Erdogan, anggota DPR Idris Naim Sahin, yang dicopot jabatannya sebagai menteri Dalam Negeri oleh Erdogan dalam perombakan kabinet, juga sebelumnya mengumumkan pengunduran dirinya dari partai. Sementara itu kantor kejaksaan di Ankara mengatakan penyidikan terpisah telah dilakukan atas dugaan penyimpangan dalam pemberian kontrak pembangunan jalur kereta api berkecepatan tinggi.

Komentator-komentator Turki yakin penyidikan itu adalah dampak dari perselisihan dan perebutan kekuasaan yang semakin terbuka antara pemerintah Erdogan dan ulama Islam berpengaruh yang tinggal di Amerika, Fethullah Gulen, di mana pengikutnya diyakini memiliki pengaruh kuat dalam kepolisian dan pengadilan di Turki. Kedua tokoh tersebut, tanpa menyebut nama lawannya, telah terlibat dalam perang kata-kata sejak penyidikan korupsi diluncurkan tanggal 17 Desember.

Pemerintah telah memecat puluhan petugas polisi, baik yang terlibat dalam penyelidikan maupun dianggap terkait dengan Fethullah Gulen. Wartawan-wartawan dilarang memasuki gedung-gedung polisi, memicu tuduhan dari para pengecam bahwa pemerintah berusaha menghalangi penyelidikan.
XS
SM
MD
LG