Tautan-tautan Akses

The Fed Pertahankan Tingkat Suku Bunga Acuan

  • Mil Arcega

Kepala Bank Sentral AS, Janet Yellen dalam pertemuan Bank Sentral di Washington DC (foto: dok).

Kepala Bank Sentral AS, Janet Yellen dalam pertemuan Bank Sentral di Washington DC (foto: dok).

Bank Sentral AS atau The Fed menyampaikan penilaian positif mengenai ekonomi AS hari Rabu (21/9), tetapi menegaskan bahwa suku bunga acuannya tidak akan berubah untuk sekarang ini.

Para pejabat Bank Sentral Amerika ingin melihat lebih banyak tanda bahwa ekonomi AS telah memenuhi tujuan bank itu yaitu lapangan kerja lebih besar dan harga-harga stabil, sebelum memutuskan untuk menaikkan bunga. Kepala Bank Sentral AS, Janet Yellen mengisyaratkan kemungkinan kenaikan tingkat bunga sebelum akhir tahun.

Pertumbuhan ekonomi AS terus naik – dipicu pembelanjaan konsumen yang lebih kuat dan penghasilan rumah tangga yang lebih besar. Meskipun investasi bisnis tetap lemah, Kepala Bank Sentral Janet Yellen mengisyaratkan kemungkinan terkuat suku bunga naik tahun ini.

“Sebagian besar pihak menganggap kenaikan suku bunga federal cukup layak tahun ini, dan sepertinya itu akan terjadi apabila lapangan kerja terus membaik dan tidak ada risiko baru besar yang muncul,” ujar Yellen.

Salah satu risiko itu adalah rendahnya inflasi harga konsumen yang tetap di bawah target Bank Sentral sebesar 2 persen. Tetapi para pengamat mengatakan apabila tidak menghitung rendahnya harga BBM, inflasi inti sudah pada tingkat dua persen. Diwawancara melalui Skype, kepala ekonom Bankrate Greg McBride tidak melihat adanya risiko apabila suku bunga dinaikkan segera.

“Kenaikan suku bunga sebesar ¼ poin tidak akan merugikan ekonomi. Bahkan itu tidak akan terasa pada tingkat rumah tangga. Selama perubahan itu dikomunikasikan dengan akurat kepada pasar agar semua orang bisa mengantisipasinya, saya rasa kenaikan suku bunga menandakan kepercayaan masyarakat dalam ekonomi,” ulas McBride.

Suku bunga rendah termasuk alat kebijakan yang paling efektif bagi Bank Sentral, tetapi McBride mengatakan Bank Sentral berisiko tidak punya pilihan kebijakan yang cukup apabila ekonomi terpuruk.

Elise Gould dari Institut Kebijakan Ekonomi beranggapan suku bunga tidak perlu segera dinaikkan, tetapi dia menyalahkan pemerintah karena kurang cukup bertindak.

“Saya menyayangkan karena semua tekanan jatuh pada Bank Sentral. Kalau saja Kongres dan president bertindak lebih sigap, kita seharusnya bisa menerapkan lebih banyak stimulus fiskal untuk membantu menumbuhkan ekonomi,” paparnya.

Tingkat bunga rendah membantu mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menjaga agar biaya pinjaman tetap rendah, tetapi membiarkannya rendah terlalu lama juga bisa memicu inflasi. Para pengamat meyakini kemungkinan kenaikan bunga akan terjadi pada pertengahan Desember, setelah para pejabat bank mengadakan pertemuan akhir tahun ini. [vm/al]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG