Tautan-tautan Akses

Thailand Tahan 200 Migran Muslim


Sekitar 200 migran muslim tak dikenal yang diperkirakan orang-orang Uighur dari China, ditahan di Thailand selatan (15/3).

Sekitar 200 migran muslim tak dikenal yang diperkirakan orang-orang Uighur dari China, ditahan di Thailand selatan (15/3).

Diperkirakan, 200 migran muslim tak dikenal itu adalah orang-orang Uighur dari China, dan berbagai kelompok HAM mendesak Thailand agar tidak memulangkan mereka.

Di daerah Thailand selatan itu, sekelompok tahanan migran Muslim yang mengaku orang Turki terus menunggu nasib mereka sementara warga Muslim lokal memberikan bantuan.

Tidak seperti ribuan orang Rohingya Muslim yang melarikan diri dengan naik kapal dari penindasan di Myanmar, kelompok itu tampaknya membayar orang untuk menyelundupkan mereka lewat darat.

Kelompok-kelompok HAM menduga mereka adalah orang-orang Uighur yang melarikan diri dari kawasan Xinjiang di China barat, di mana suku minoritas itu telah lama mengeluhkan diskriminasi dan penindasan agama oleh pihak berwenang China.

Tetapi orang-orang itu tidak mau berbicara, kata Ismail Mat-Adam, kepala Asosiasi Islam Nasional Thailand yang berhasil berbicara dengan beberapa di antara mereka dengan menggunakan dialek Arab.

“Kami berkomunikasi dengan mereka lewat penerjemah dan mereka ingin pergi ke Turki. Mereka tidak mau memberi informasi lebih banyak. Kami khawatir mereka merahasiakan sesuatu, itu sebabnya mereka tidak nyaman berbicara kepada kami,” kata Ismail.

Keamanan ketat di sekitar tempat penampungan itu, di mana 150 perempuan dan anak ditahan terpisah dari laki-laki. Sementara para penerjemah dan pekerja bantuan berusaha mencari solusi, para pejabat China dan Turki telah datang untuk membantu pihak berwenang imigrasi Thailand.

Ahmet Idem Akay, seorang pejabat kedutaan besar Turki untuk Thailand, mengatakan fokus utamanya adalah memastikan orang-orang itu dalam kondisi baik, bukan mengidentifikasi mereka.

“Ini adalah situasi kemanusiaan. Ada lebih 200 orang di sini, lebih separuhnya berusia di bawah 18 tahun. Juga ada banyak bayi dan perempuan hamil,” ujar Ahmet.

Para aktivis HAM khawatir jika orang-orang itu dinyatakan sebagai etnis Uighur, mereka bisa menghadapi pembalasan jika dipulangkan ke China.

Untuk sementara waktu, para tahanan itu menghadapi nasib yang tidak jelas dan bergabung dengan orang-orang Rohingya dan banyak pencari suaka lainnya yang hidup terlantar di Thailand.
(Steve Sandford/VOA).
XS
SM
MD
LG