Tautan-tautan Akses

Thailand akan Lacak Orang Asing Lewat Kartu Telepon


Seorang warga asing menggunakan ponsel di Thailand utara (foto: ilustrasi).

Seorang warga asing menggunakan ponsel di Thailand utara (foto: ilustrasi).

Badan regulasi telekomunikasi Thailand secara prinsip telah menyetujui rencana untuk mengeluarkan kartu telepon khusus bagi wisatawan asing supaya mereka bisa dilacak melalui ponsel mereka.

Pejabat-pejabat National Broadcasting and Telecommunications Commission (NBTC) - Komisi Penyiaran dan Telekomunikasi Nasional Thailand mengatakan rencana itu hanya akan berlaku bagi wisatawan, mencabut pengumuman sebelumnya bahwa rencana itu akan mencakup semua orang asing, termasuk penduduk asing yang tinggal di negara itu dengan visa jangka panjang. Demikian diberitakan koran Bangkok Post dan media lain hari Rabu (11/8).

Komisi itu mengatakan rencana tersebut akan dikaji lebih lanjut setelah disahkan hari Selasa. Orang asing dan orang Thailand sudah diwajibkan mendaftar ketika membeli kartu telepon.

Thailand sudah secara ketat mengawasi aktivitas online sejak pemerintahan militer berkuasa pasca-kudeta tahun 2014, dan sejauh ini sudah menangkap puluhan orang yang mengunggah bahan bernuansa politik di Facebook dan media jejaring sosial lainnya.

Menurut sekretaris NBTC, Jenderal Thakorn Tanthasit, rencana tersebut tidak hanya akan membantu menangkap teroris dan penjahat, tetapi juga membantu menemukan wisatawan yang mendapat kesulitan atau hilang.

“Kami tidak membatasi hak apapun. Komisi Penyiaran dan Telekomunikasi Nasional tidak berwenang mengecek lokasi pengguna,'' ujar Jenderal Thakorn seperti dikutip Bangkok Post.

“Tetapi jika wisatawan berbuat salah, atau ada surat perintah pengadilan, maka kami akan meneruskan perintah itu ke operator telepon selular dan meminta kerja sama mereka," tambahnya.

Thakorn tidak menjelaskan rincian rencana tersebut sehingga timbul sikap skeptis, karena tidak jelas bagaimana kartu khusus itu berbeda dari kartu telepon umumnya, yang selama ini sudah bisa digunakan untuk melacak ponsel.

Kepada kantor berita Associated Press, penyedia layanan ponsel terkemuka di Thailand, AIS, mengatakan “akan dengan senang mematuhi” rencana itu jika hal itu membantu menjamin stabilitas nasional. AIS mencatat, persyaratan yang saat ini berlaku bagi semua orang, baik orang Thailand maupun orang asing, adalah mendaftar ketika membeli kartu telepon.

Poomjit Sirawongprasert, presiden Thai Service Providers Club dan pendukung kuat kebebasan mengemukakan pendapat di internet, menilai rencana itu sia-sia, terutama jika dimaksudkan menangkap penjahat atau teroris. Menurutnya, menggunakan kartu telepon dari negara lain, atau meminta orang Thailand membeli kartu untuk orang asing, memungkinkan pengguna ponsel terhindar dari pelacakan. [ka/ds]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG