Tautan-tautan Akses

Thailand Buru 2 Tersangka Baru Terkait Bom Bangkok

  • Steve Herman

Gambar sketsa seorang pria yang belum diketahui identitasnya yang tinggal di apartemen di Min Buri, pinggir kota Bangkok (kiri) dan Wanna Suansun, yang dirilis oleh National Council for Peace and Order (NCPO), Senin (30/8).

Gambar sketsa seorang pria yang belum diketahui identitasnya yang tinggal di apartemen di Min Buri, pinggir kota Bangkok (kiri) dan Wanna Suansun, yang dirilis oleh National Council for Peace and Order (NCPO), Senin (30/8).

Sebuah foto wanita mengenakan jilbab, yang diidentifikasi sebagai Wanna Suansan, dan sketsa tersangka pria yang tidak disebutkan namanya, tampil dalam siaran khusus di semua saluran televisi Thailand pada siang hari.

Pihak berwenang Thailand hari Senin (31/8) telah menemukan lebih banyak bahan pembuat bom dalam razia di sebuah apartemen di Bangkok. Dalam penyelidikan terkait serangan bom bulan ini di ibukota, mereka juga telah mengeluarkan surat perintah penangkapan atas dua tersangka baru.

Saluran-saluran televisi Thailand Senin siang menayangkan sebuah foto perempuan berjilbab, yang katanya bernama Wanna Suansan, dan sebuah sketsa seorang tersangka laki-laki yang belum teridentifikasi.

Pemerintah Thailand juga mengumumkan penemuan pupuk, sejumlah alat pemicu bom dan jam digital ketika menggerebek beberapa unit di sebuah kompleks apartemen di Bangkok hari Minggu.

Dalam siaran khusus televisi itu, Kolonel Winthai Suvaree mengingatkan warga agar tidak menyebarkan desas-desus yang “dapat merusak hubungan luar negeri Thailand.”

Sambil mengumpulkan lebih banyak bukti, kolonel itu mengatakan pihak penyidik belum bisa menyimpulkan apapun dan masih mempertimbangkan semua kemungkinan. Pihak penyidik, lanjutnya, memerlukan lebih banyak bukti forensik guna mengungkap kasus tersebut.

Kepala staf angkatan darat Thailand mengatakan belum jelas apakah serangan bom di tempat suci beberapa waktu lalu itu berkaitan dengan deportasi lebih dari 100 orang etnis Uighur ke Tiongkok bulan Juli.

Hari Sabtu, pihak berwenang menahan seorang laki-laki asing berusia 28 tahun dan mengatakan mereka menemukan bahan peledak, bahan kimia, gotri dan bahan-bahan lain untuk merakit bom pipa. Ini mirip dengan bom yang meledak di tempat suci Erawan tanggal 17 Agustus lalu dan di dekat Dermaga Sathorn sehari sesudahnya.

Ledakan di tempat suci Hindu itu – yang ramai dikunjungi wisatawan Tionghoa dan lainnya di Asia – menewaskan 20 orang dan melukai 100 lebih lainnya. Ini adalah serangan tunggal terparah di Thailand.

Serangan di dermaga keesokan harinya tidak mengakibatkan korban cedera.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG