Tautan-tautan Akses

Thailand Bersiap Antisipasi Demo Besar Anti-Pemerintah


Polisi anti huru-hara Thailand berjaga di sekitar gedung-gedung Pemerintah untuk mengantisipasi unjukrasa anti-pemerintah yang diperkirakan akan berlangsung di Bangkok (23/11).

Polisi anti huru-hara Thailand berjaga di sekitar gedung-gedung Pemerintah untuk mengantisipasi unjukrasa anti-pemerintah yang diperkirakan akan berlangsung di Bangkok (23/11).

Pihak berwenang memperkirakan puluhan ribu demonstran anti-pemerintah yang diatur oleh kelompok royalis yang menyebut dirinya “Pitak Siam” akan berunjuk rasa, Sabtu (24/11).

Thailand akan mengerahkan 17.000 polisi dan telah memberlakukan undang-undang keamanan khusus untuk apa yang pihak berwenang perkirakan akan menjadi demonstrasi anti-pemerintah terbesar sejak Perdana Menteri Yingluck Shinawatra memangku jabatan tahun 2011.

Pihak berwenang memperkirakan puluhan ribu demonstran dalam demonstrasi hari Sabtu itu, yang diatur oleh kelompok royalis yang menyebut dirinya “Pitak Siam,” atau “Lindungi Thailand.”

Kelompok itu menuduh pemerintahan Yingluck melakukan korupsi, mengizinkan fitnah terhadap raja yang dihormati dan menjadi boneka mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, yang adalah kakak Yingluck dan digulingkan dalam kudeta tahun 2006.

Pemerintah memberlakukan Undang-undang Keamanan Internal hari Kamis di tiga distrik Bangkok, dengan alasan kemungkinan terjadinya kekerasan. Undang-undang tersebut memungkinkan pihak berwenang menutup jalan-jalan, memberlakukan jam malam dan melarang penggunaan peralatan elektronik di daerah-daerah tertentu.
XS
SM
MD
LG