Tautan-tautan Akses

AS

Texas Akan Lakukan Penelitian Cedera Otak pada Atlet Remaja


Briana Smith (kanan) atlet sepakbola dari tim SMA TC Williams di Alexandria, Virginia.

Briana Smith (kanan) atlet sepakbola dari tim SMA TC Williams di Alexandria, Virginia.

Penelitian itu merinci cedera, seperti soal apakah terjadi pada saat latihan atau pertandingan, apakah atlet harus izin dari sekolah dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk kembali bertanding.

Texas pekan ini akan melakukan apa yang oleh para pejabat negara bagian itu disebut sebagai upaya terbesar untuk mengetahui cedera otak di kalangan atlet muda.

Untuk melaksanakan penelitian ini The University Interscholastic League, badan yang mengatur olahraga di tingkat SMA di negara bagian Texas, bermitra dengan O’Donnell Brain Institute di UT Southwestern Medical Center. Mereka berharap bisa mengetahui perlu tidaknya mengubah aturan atau peralatan untuk meningkatkan keamanan olahragawan dan apa lagi yang bisa dilakukan untuk melindungi para atlet.

Bagi negara bagian sebesar Texas yang memiliki lebih dari 800 ribu atlet di tingkat SMA, penelitian ini merupakan langkah penting untuk mengembangkan arsip cedera otak pada remaja. Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) sudah berupaya mendapatkan anggaran federal supaya bisa memperoleh arsip data seperti itu.

“Hingga kita mengetahui frekuensi cedera otak di seluruh Texas, atau daerah di negara bagian ini, maka kita belum bisa menentukan perubahan aturan, perubahan peralatan, atau hal-hal apa yang harus diubah sehingga program pemulihan bisa menjadi lebih efektif," ujar Dr. Munro Cullum, pakar psikiatri, neurologi dan terapi syaraf yang akan memimpin penelitian ini.

Beberapa tahun terakhir ini 50 negara bagian di Amerika telah meloloskan aturan atau undang-undang untuk mengatasi cedera otak pada atlet remaja, mulai dari penelitian hingga protocol untuk mengidentifikasi cedera otak, serta menetapakan aturan bagi mereka yang ingin kembali mengikuti cabang olahraga dimana mereka mengalami cedera.

CDC memperkirakan ada sekitar 3,8 juta cedera otak dalam bidang olahraga dan kegiatan rekreasional setiap tahun. Tetapi sebagian pakar masih ingin mengetahui apakah angka itu sudah mencakup cedera otak ringan, mengingat banyak orang yang mungkin tidak berobat jika hanya menderita cedera otak ringan atau gejala-gejala umum saja.

Program di Texas ini akan meneliti sekitar 20 jenis olahraga, mencatat apa penyebab cedera, masa pemulihan dan data-data lain.

Beberapa negara lain telah melakukan penelitian cedera kepala serupa sebelumnya.

Di Michigan, yang mengharuskan sekolah untuk melaporkan insiden cedera kepala, sebuah penelitian menunjukkan bahwa 755 melaporkan 4.452 cedera kepala pada tahun ajaran 2015-2016. Sepakbola Amerika adalah jenis olahraga dimana paling banyak terjadi cedera kepala yaitu 1.907 kasus, disusul bola basket perempuan dengan 454 kasus.

Penelitian itu merinci cedera tersebut, seperti soal apakah terjadi pada saat latihan atau pertandingan, apakah atlet harus izin dari sekolah dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk kembali bertanding. Penelitian itu telah diberikan pada Michigan State University’s Institute for the Study of Youth Sports.

Penelitian di Texas ini akan mengumpulkan lebih banyak data cedera otak dibanding yang pernah dilakukan sebelumnya, ujar Wakil Direktur University Interscholastic League Jamey Harrison.

Texas baru-baru ini mengharuskan hanya satu sekolah dari setiap distrik yang melaporkan insiden cedera sebagai bagian dari sistem pelaporan cedera mingguan, meskipun tiap sekolah yang ikut serta dalam pertandingan sepakbola diharuskan melaporkan jika terjadi cedera otak. [em]

XS
SM
MD
LG