Tautan-tautan Akses

25 Tewas dalam Eskalasi Kekerasan di Ukraina


Protes Ukraina

Protes Ukraina

Ribuan demonstran anti-pemerintah tetap bertahan di lapangan utama ibukota Ukraina, Rabu, sehari setelah terjadinya kekerasan sengit dengan polisi anti huru-hara yang mengakibatkan sedikitnya 25 orang tewas.

Presiden Ukraina Viktor Yanukovych mengecam para pemimpin oposisi atas kekerasan yang terjadi, yang meningkat setelah polisi anti huru-hara menyerbu kamp protes oposisi utama di Kyiv Selasa malam. Yanukovych mengatakan para aktivis, yang mendesak para pemrotes membawa senjata ke demonstrasi anti-pemerintah, tidak memperdulikan asas demokrasi dan harus menghadapi akibat hukumnya.

Polisi dan para wakil oposisi mengatakan banyak dari korban dari jiwa tewas akibat kena tembak. Puluhan lainnya yang terluka dalam kondisi serius. Sembilan dari mereka yang tewas adalah polisi.

Para pejabat Uni Eropa menyerukan diadakannya pertemuan darurat mengenai Ukraina dimana para anggotanya akan membahas apakah akan memberlakukan sanksi terhadap mereka yang bertanggungjawab atas kekerasan itu.

Kepala Kebijakan Uni Eropa Catherine Ashton mengatakan ia sangat prihatin mengenai situasi tersebut dan menambahkan bahwa Uni Eropa siap membantu Ukraina kembali ke proses parlementer. Ia mengatakan, Uni Eropa akan mempertimbangkan semua pilihan, untuk menanggapi kerusuhan tersebut, termasuk mengambil tindakan pembatasan terhadap mereka yang bertanggung atas kekerasan itu.

Sebelumnya pemimpin oposisi Ukraina Vitali Klitschko bertemu dengan Presiden Yanukovych untuk berbicara, tetapi pertemuan itu gagal menghasilkan terobosan. Klitschko mengatakan presiden menuntut agar pemrotes menghentikan konfrontasi dan dengan tanpa syarat keluar dari lapangan Kemerdekaan Kyiv. Ia mendesak demonstran pro-Barat yang menduduki yang juga dinamakan Maiden itu agar mempertahankan kedudukan mereka.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG