Tautan-tautan Akses

Tes DNA Kukuhkan Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri di Solo

  • Yudha Satriawan

Barang bukti diantaranya sekantong bahan peledak yang disita polisi di Solo, Jawa Tengah, dari pelaku bom bunuh diri. (VOA/Yudha Satriawan)

Barang bukti diantaranya sekantong bahan peledak yang disita polisi di Solo, Jawa Tengah, dari pelaku bom bunuh diri. (VOA/Yudha Satriawan)

Berdasarkan hasil uji DNA, dipastikan bahwa pelaku pemboman bunuh diri di Solo adalah buronan Densus 88 yang terkait kasus terorisme di Bekasi awal tahun lalu.

Kepolisian sudah mendapat hasil uji DNA pelaku pemboman markas polisi di Solo Jawa Tengah.

Dalam jumpa pers hari Senin (11/7) di Mapolresta Solo, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Condro Kirono mengatakan, bisa dipastikan hampir 100 persen bahwa pelaku pemboman bunuh diri adalah Nurrohman, warga Solo yang menjadi buronan detasemen khusus antiteror awal tahun lalu di Bekasi.

Menurut Condro, pelaku menggunakan bom rakitan berdaya ledak rendah.

“Bom jenis low explosive dalam rice cooker dimasukkan di bawah jok sepeda motor pelaku. Hasil sidik jari, wajah, hingga tes DNA dari dua anaknya kita peroleh 99,9 persen pelaku bom bunuh diri adalah Nurrohman, warga Solo buronan densus anti teror karena terlibat jaringan teroris Jakarta-Bekasi," ujarnya.

"Kasus bom bunuh diri di Markas polisi Solo ini otomatis ditutup karena pelaku sudah tewas, namun Densus antiteror tetap akan mengungkap adanya anggota lain jaringan kelompok teroris yang terlibat. Kita masih melacak interaksi dan komunikasi pelaku dengan orang lain atau kelompok teroris selama menjadi buronan densus antiteror. “

Berbagai barang bukti disita polisi dari lokasi kejadian hingga penggeledahan di rumah pelaku di Pasar Kliwon, Solo. Beberapa di antaranya adalah sepeda motor yang hancur, serpihan bom rakitan, hingga sekantong bahan peledak. Polisi memajang puluhan barang bukti tersebut di Mapolresta Solo.

Jenazah pelaku yang sudah selesai diidentifikasi Polisi di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, Jawa Tengah, akan segera dipulangkan ke pihak keluarga.

Saat ini polisi masih menunggu kedatangan keluarga untuk mengambil jenazah tersebut, yang akan dimakamkan satu kompleks dengan makam pelaku aksi terorisme lainnya di Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Sementara itu, kondisi polisi korban ledakan bom bunuh diri di Polresta Solo, Brigadir Kepala Bambang Adi Cahyanto, mulai membaik. Adik korban ledakan bom tersebut, Widya Rosana, saat ditemui di rumah sakit mengatakan serpihan bom ditemukan di beberapa bagian tubuh korban, terutama mata, wajah, kaki, dan pinggang. Namun Widya mengatakan kondisi mata kakaknya masih belum pulih.

“Serpihan bom yang ada di tubuh sudah diambil. Bukan kayak dioperasi gitu, cuma diambil serpihannya. Kayak keserempet gitu kan. Sudah dicopoti semua serpihannya," ujarnya.

"Yang paling parah itu di bagian mata sebelah kiri, sempat ada serpihannya. Cuma ada satu serpihan bom. Di bagian mata ada pendarahan. Penglihatannya jelas terganggu. Mata sebelah kiri kayak ada bayangan, buram, belum jelas. Masih tertututup selaput. Kayak ditutup tas plastik."

Pihak kepolisian dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mendapat bukti bahwa pelaku bom bunuh diri terkait jaringan Negara Islam (ISIS).

Kapolri menyatakan Nurrohman termasuk anggota kelompok Bahrunnaim, warga Solo yang terlibat jaringan ISIS dan diduga kuat menjadi dalang aksi teror di Jl. Thamrin Jakarta.

Kepala BNPT mengungkapkan,aksi teror di Polresta Solo ini merupakan bagian dari seruan untuk ISIS melakukan aksi teror di berbagai negara selama bulan Ramadan.

Aksi teror ini terjadi sehari setelah aksi bom bunuh diri di Arab Saudi, bom kafe di Malaysia, dan penyanderaan warga asing di Bangladesh yang menewaskan 20 orang dari berbagai negara.

XS
SM
MD
LG