Tautan-tautan Akses

AS

Tersangka Penembakan di Universitas Oikos Tidak Cukup Waras untuk Diadili


One Goh (kanan) berbicara dengan seorang penerjemah bahasanya saat berada di pengadilan Alameda County di Oakland, California, 30 April 2012 (Foto: dok). Hakim di Oakland memutuskan One Goh tidak cukup waras untuk diadili terkait penembakan di kampus Universitas Oikos tahun lalu.

One Goh (kanan) berbicara dengan seorang penerjemah bahasanya saat berada di pengadilan Alameda County di Oakland, California, 30 April 2012 (Foto: dok). Hakim di Oakland memutuskan One Goh tidak cukup waras untuk diadili terkait penembakan di kampus Universitas Oikos tahun lalu.

Hakim di Oakland, California, telah memutuskan bahwa tersangka dalam amukan penembakan maut di Universitas Oikos tahun lalu tidak cukup waras untuk diadili.

Hakim di Oakland, California, telah memutuskan bahwa tersangka dalam amukan penembakan maut tahun lalu di sebuah perguruan tinggi agama yang kecil sakit jiwa dan tidak cukup waras untuk diadili.

Hakim sependapat hari Senin dengan dua orang doktor yang mengatakan tertuduh pelaku penembakan One Goh menderita “paranoid schizophrenia” – gangguan jiwa dimana penderita mendengar suara-suara dan tidak menyadari realitas.

Hakim menjadwalkan sekali lagi sidang pengadilan untuk menentukan rumah sakit mana sebaiknya merawatnya.

Goh masih mungkin untuk diadili kalau ia kemudian didapati mampu diadili. Goh kabarnya menewaskan tujuh orang dan melukai tiga lainnya bulan April tahun lalu di Universitas Oikos – perguruan tinggi Kristen yang kecil yang sebagian besar mahasiswanya warga Amerika keturunan Korea.

Goh adalah seorang bekas mahasiswa perawat di universitas itu. Polisi mengatakan bahwa Goh hendak menyerang seorang pengurus universitas yang mengeluarkannya dan mahasiswa lain yang kabarnya memperolokkan kemampuan bahasa Inggrisnya.
XS
SM
MD
LG