Tautan-tautan Akses

Tersangka Pembunuhan Turis di Bali Miliki Masa Lalu Kelam


Heather Mack, menutupi wajahnya, dibawa polisi terkait pembunuhan ibunya Sheila von Wiese-Mack di Bali (15/8). (AP/Firdia Lisnawati)

Heather Mack, menutupi wajahnya, dibawa polisi terkait pembunuhan ibunya Sheila von Wiese-Mack di Bali (15/8). (AP/Firdia Lisnawati)

Laporan polisi Chicago merinci insiden berulang dimana von Wiese-Mack mengatakan putrinya menyerangnya dan mencuri kartu kredit, uang dan perhiasannya.

Seorang perempuan Chicago yang jenazahnya ditemukan dalam koper di Bali telah berulangkali mengalami kekerasan dari putrinya yang telah ditahan atas pembunuhan ibunya, menurut laporan polisi.

Seorang pengacara dari Chicago untuk anak perempuan yang berusia 19 tahun, Heather Mack, mengatakan ia khawatir dengan kondisinya setelah ia mengatakan telah mengalami serangan seksual dalam tahanan. Polisi membantah ada perlakuan yang tidak benar.

Jenazah Sheila von Wiese-Mack, 62, ditemukan minggu lalu dalam koper di bagasi taksi di depan hotel mewah St. Regis Bali Resort di Nusa Dua. Jenazah tersebut diperkirakan akan dikirim kembali ke AS Rabu ini (20/8).

Hasil otopsi menemukan ia mati lemas setelah hidungnya patah akibat pukulan benda tumpul. Tulang-tulang lain patah di kepala dan wajahnya, dan luka-luka di tangannya mengindikasikan ia berusaha membela diri, menurut pihak berwajib di Bali.

Mack dan pacarnya, Tommy Schaefer, 21, juga dari Chicago, telah ditahan atas pembunuhan tersebut. Keduanya belum dijatuhi tuduhan, namun polisi mengatakan mereka menyelidikinya sebagai kemungkinan kasus pembunuhan berencana, yang memiliki hukuman maksimal berupa hukuman mati.

Polisi di pinggiran kota Chicago, Oak Park, mendapat panggilan 86 kali dalam 10 tahun terakhir ke rumah tempat remaja putri dan ibunya itu tinggal. Surat kabar Chicago Sun-Times mendapatkan catatan polisi melalui permintaan catatan terbuka.

Laporan-laporan tersebut merinci insiden berulang dimana von Wiese-Mack mengatakan putrinya menyerangnya dan mencuri kartu kredit, uang dan perhiasannya. Salah satu laporan menyebutkan sang putri ditahan pada 2011 atas kecurigaan menjatuhkan ibunya ke lantai dan mematahkan tangannya.

Dalam laporan lain, sang ibu menuduh putrinya menguncinya di dalam kamar dan mencegahnya menelepon panggilan darurat 911. Pada 2010, ia melaporkan putrinya meninju pergelangan kakinya yang sudah patah dalam pertengkaran mengenai pekerjaan rumah.

Pengacara Mack dari AS, Michael Elkin, mengatakan ia telah memberitahunya lewat telepon dari Indonesia bahwa ia telah tiga kali mengalami serangan seksual dalam tahanan dan telah diberi obat-obatan.

"Heather menyatakan dalam perbincangan terakhir kami bahwa ia menemukan apa yang tampak sebagai bekas tusukan jarum di beberapa bagian tubuhnya," ujarnya dalam pernyataan tertulis, menambahkan bahwa ia terdengar linglung dan tidak jelas beberapa kali.

Ia juga mengatakan pada Elkin bahwa ia tidak mendapatkan cukup air dan ia hamil dua bulan, ujarnya.

Elkin mengatakan dalam wawancara Selasa bahwa ia khawatir dengan keselamatan Mack.

Kepala Kepolisian Resor Kota Denpasar Kombes Pol. Djoko Hari Utomo menyangkal klaim kekerasan seksual tersebut.

"Kami tidak pernah memperlakukannya seperti itu. Kami bahkan memperlakukannya lebih baik dari tahanan-tahanan lain di sini," ujarnya.

Haposan Sihombing, pengacara Indonesia yang ditugaskan untuk mendampingi pasangan itu, juga menyangkal tuduhan kekerasan itu.

Mengenai laporan kehamilannya, Djoko mengatakan bahwa Mack akan mendapatkan perawatan kesehatan.

Jenazah von Wiese-Mack akan diterbangkan Rabu dengan pesawat Korean Air, ujar Ida Bagus Putu Alit, kepala bagian forensik di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar.

Seorang agen FBI yang tiba di Bali Jumat lalu dan menyelidiki kemungkinan aktivitas kriminal pasangan tersebut di AS menyaksikan serah terima jenazah itu pada Selasa sore, ujar Alit. (AP)

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG