Tautan-tautan Akses

Polisi Thailand: Tersangka Pemboman Akui Dakwaan


Polisi Thailand membawa Yusufu Mieraili (tengah), pria tersangka pemboman di Bangkok, Thailand hari Senin (7/9).

Polisi Thailand membawa Yusufu Mieraili (tengah), pria tersangka pemboman di Bangkok, Thailand hari Senin (7/9).

Namun Yusufu Mieraili, seorang pria warga asing yang ditangkap, kemungkinan bukan orang yang memasang bom di kuil Erawan di Bangkok yang menewaskan 20 orang.

Polisi Thailand mengatakan, salah satu pria, yang ditangkap terkait pemboman bulan lalu di sebuah wihara di Bangkok, telah mengakui dakwaan memiliki bahan peledak.

Para pejabat mengatakan, Yusufu Mieraili, seorang asing, kemungkinan bukan orang yang memasang bom yang menewaskan 20 orang di wihara Erawan. Namun, mereka mengatakan, ia dipastikan terlibat dalam pemboman itu, karena DNA-nya ditemukan di apartemen di mana bahan-bahan pembuat bom disita.

Seorang asing lainnya, Adem Karadak, juga ditahan sehubungan kasus itu sementara dua surat penahanan baru telah dikeluarkan. Seorang perempuan Thailand termasuk dari beberapa orang yang dicari untuk diinterogasi.

Para pejabat tidak mengungkapkan kewarganegaraan kedua orang asing itu, namun Mieraili memiliki paspor China yang menunjukkan ia lahir di Xinjiang, kampung halaman kelompok minoritas Uighur.

Media Thailand secara terbuka melaporkan kemungkinan hubungan antara pemboman itu dengan deportasi yang dilakukan Thailand terhadap lebih dari 100 orang warga etnik Uighur. Menyusul pemulangan paksa mereka ke China, demonstrasi kekerasan berlangsung di Istanbul menarget kantor-kantor perwakilan Thailand dan China.

Wihara Erawan khususnya populer di kalangan wisatawan China sehingga menimbulkan spekulasi bahwa wihara itu ditarget oleh orang-orang yang percaya bahwa Uighur ditindas oleh Beijing.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG