Tautan-tautan Akses

11 Teroris Tewas dalam Tembak-Menembak dengan Polisi China


Polisi paramiliter berpatroli di jalan-jalan di Urumqi, provinsi Xinjiang, China bagian barat.

Polisi paramiliter berpatroli di jalan-jalan di Urumqi, provinsi Xinjiang, China bagian barat.

Polisi China telah menembak mati delapan tersangka militan di kawasan Xinjiang, China Barat. Beijing menyatakan sedang menumpas gerakan separatis Islamis di sana.

Kantor berita resmi Xinhua Jumat menyatakan tiga militan juga tewas akibat bom bunuh diri mereka. Menurut kantor berita itu, insiden tersebut terjadi sewaktu “para teroris, yang mengendarai sepeda motor dan mobil, menyerang satu tim polisi” di depan sebuah taman di Kabupaten Wushi, Prefektura Aksu.

Laporan singkat itu menyebutkan “para teroris memiliki sejumlah tabung gas alam cair dalam mobil mereka yang mereka coba gunakan sebagai bom bunuh diri.”

Bentrokan kerap meletus antara pasukan keamanan negara dan warga Muslim Uighur yang mengeluhkan tentang penganiayaan terkait agama dan budaya mereka oleh pemerintah Beijing.

Pemerintah menuding sebagian besar serangan itu dilakukan oleh Gerakan Islamis Turkistan Timur. China menyatakan kelompok itu memperjuangkan kemerdekaan dan didukung ekstremis asing.

Banyak kelompok HAM internasional menyatakan China membesar-besarkan ancaman itu untuk membenarkan penindasannya terhadap kehidupan beragama warga Muslim.

Pada waktu bentrokan-bentrokan semacam itu terjadi, para aktivis Uighur di pengasingan hampir selalu menyalahkan taktik polisi China yang tidak peka sebagai penyebab kekerasan.
XS
SM
MD
LG