Tautan-tautan Akses

Terobosan dalam Penelitian Sel Induk Menangkan Nobel Kedokteran

  • Jeff Seldin

Ilmuwan Inggris, John Gurdon saat konferensi pers di London (8/10). Pada hari Senin, ia dan ilmuwan Jepang, Shinya Yamanaka, meraih penghargaan nobel kedokteran tahun 2012.

Ilmuwan Inggris, John Gurdon saat konferensi pers di London (8/10). Pada hari Senin, ia dan ilmuwan Jepang, Shinya Yamanaka, meraih penghargaan nobel kedokteran tahun 2012.

Setelah lebih dari 40 tahun, dua ilmuwan dari Inggris dan Jepang akhirnya mendapatkan pengakuan dalam merevolusi metode pengembangan sel induk, yang diharapkan mampu menyelamatkan dan memberi harapan bagi kehidupan.

Komite hadiah Nobel Senin menganugerahkan hadiah Nobel bidang Kedokteran kepada John Gurdon dari Inggris dan Shinya Yamanaka dari Jepang atas penemuan-penemuan mereka sehubungan dengan sel induk, yang sering disebut sebagai elemen dasar kehidupan.

Pertama Gurdon kemudian Yamanaka, penelitian keduanya menunjukkan bahwa sel-sel dewasa tertentu, bisa diprogram-ulang, membuatnya kembali tidak dewasa, menjadi embryonic dan kemudian berubah menjadi sel khusus.

Implikasinya sangat besar, memungkinkan peneliti untuk menggarap teknologi di mana suatu hari kelak memungkinkan dokter melawan penyakit dengan menumbuhkan-ulang jaringan pada otak, hati atau organ lain yang rusak.

"Hadiah Nobel tahun ini memberikan penghargaan pada penemuan yang telah mengubah cara kita memahami bagaimana sel-sel dalam tubuh menjadi khusus," kata Thomas Perlmann, Profesor Pengembangan Biologi Molekuler dari Institut Karolinska di Swedia. "Hal ini telah memberikan cara baru secara keseluruhan untuk pengembangan obat-obatan secara efektif dan terapi-terapi baru."

Sampai belum lama ini, banyak ilmuwan mengira satu-satunya cara untuk melakukan hal itu adalah dengan menggunakan sel induk embrionik manusia, yang melibatkan penghancuran embrio manusia. Penemuan-penemuan itu juga menetapkan kerangka untuk bekerja pada teknik kloning canggih dan teknologi lainnya yang terlibat dalam penciptaan kehidupan itu sendiri.
Shinya Yamanaka, pemenang nobel kedokteran, saat konfrensi pers di Kyoto University, Jepang (9/10)

Shinya Yamanaka, pemenang nobel kedokteran, saat konfrensi pers di Kyoto University, Jepang (9/10)


"Hal ini membuat saya bahagia, tetapi pada saat yang sama saya merasakan tanggung jawab yang besar," kata Yamanaka, yang kini bekerja di Universitas Kyoto Jepang. "Penelitian sel induk masih merupakan bidang yang sangat baru.”

Karya Gurdon pada tahun 1962 adalah langkah penting pertama dalam menunjukkan bahwa proses spesialisasi sel bukanlah sesuatu yang tidak bisa diubah, seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Menggunakan katak, Gurdon mengambil bagian inti yang belum matang keluar dari sel telur dan menggantinya dengan inti sel yang diambil dari usus katak. Meskipun adanya pergantian itu, sel telur yang dimodifikasi itu tetap berkembang menjadi berudu normal.

Penemuan ini menunjukkan bahwa bahkan sel-sel matang yang khusus memiliki semua informasi yang diperlukan untuk berubah, pertama menjadi sel induk dan kemudian menjadi berbagai jenis sel.

Pada saat itu, bahkan Gurdon, yang sekarang bekerja di Institut Gurdon di Cambridge Inggris, tidak menyadari betapa pentingnya penemuan itu nantinya.

"Pekerjaan yang saya lakukan saat itu tidak memiliki manfaat penyembuhan secara jelas sama sekali," katanya. "Itu murni pertanyaan ilmiah: Apakah semua sel yang kita miliki mempunyai gen yang sama? Saat itu tidak terbersit bahwa penelitian ini akan berguna untuk manusia."

Itu adalah terobosan teoritis, tapi bagaimanakah sel-sel khusus itu bisa berubah, tetap menjadi misteri.
XS
SM
MD
LG