Tautan-tautan Akses

Terjebak di Gaza, Peretas Cari Keuntungan dengan Menjual Saluran Telepon Internet


FILE - A Palestinian man looks at webside hacked during the "#Op_Israel" campaign launched by the activist group Anonymous, in Gaza City on April 7, 2013.

FILE - A Palestinian man looks at webside hacked during the "#Op_Israel" campaign launched by the activist group Anonymous, in Gaza City on April 7, 2013.

Di tengah langkanya lapangan kerja dan banyaknya waktu yang dimiliki, beberapa penduduk Gaza yang jago teknologi menemukan cara baru untuk menghasilkan uang, yaitu meretas saluran telepon berbasis Internet dan menyediakan panggilan internasional dengan biaya tertentu.

Peretasan Voice Over Internet Protocol (VoIP) telah menjadi fenomena selama bertahun-tahun. Tapi kini di Gaza, yang terisolasi akibat pemblokiran yang diterapkan oleh Israel dan Mesir, ikut meretas dengan menggunakan jalur terkuat yang dimilikinya ke dunia luar, Internet.

Ada banyak cara untuk meretas jaringan VoIP, tapi orang-orang yang memahami praktek tersebut di Gaza mengatakan caranya melibatkan server khusus untuk mendapatkan alamat IP telepon sebanyak mungkin, khususnya dari perusahaan dan bisnis besar.

Selanjutnya adalah proses yang memakan waktu untuk mengetes kombinasi username dan password untuk alamat tersebut. Karena orang-orang seringkali tidak mengganti identitas standar mereka, cepat atau lambat banyak akun yang diretas.

Setelah kedua langkah tersebut berhasil dilalui, maka saluran telepon tersebut berada di bawah kendali sang peretas.

Mereka kemudian menjual alamat tersebut ke pihak ketiga, kadang-kadang bisnis yang legal, kadang-kadang peretas VoIP lainnya, dan dibayar dengan transfer elektronik.

Bagi mereka yang melakukannya di Gaza, jalur wilayah yang panjangnya 40 km dan lebarnya 10 km, tempat 1,8 juta orang tinggal, ini adalah kesempatan untuk menggunakan keahlian teknis mereka untuk mendapatkan uang di saat tidak banyak pekerjaan yang tersedia dan tingkat pengangguran mencapai 50 persen.

"Apa yang bisa kami lakukan? Mati atau mencari cara lain untuk hidup?" kata seorang peretas berusia 25 tahun, yang bekerja dari sebuah rumah di Gaza selatan, kepada Reuters. Ia dan peretas lainnya minta agar identitasnya dirahasiakan. Seorang peretas sukses bisa berpenghasilan besar. Beberapa orang mengatakan mereka bisa menerima pendapatan sampai 50.000 dolar dalam satu bulan kalau mereka bisa mendapatkan saluran yang bagus, walaupun mereka juga bisa tidak berpenghasilan selama berbulan-bulan.

Ia mengatakan tujuannya adalah mengumpulkan uang cukup untuk bisa menikah "seperti teman saya lainnya yang seumuran," dan menghindari pertanyaan tentang legalitas kegiatannya.

"Mungkin Anda bisa mengatakan ini mencuri, tapi perusahaan-perusahaan yang berlokasi di luar negeri itu punya asuransi," ujarnya. Penipuan VoIP bisnis besar. The Communications Fraud Control Association, badan industri yang berbasis di AS, mencatat kejahatan itu sebagai salah satu dari lima cara penipuan terpopuler, dengan kerugian senilai 3,62 milyar dolar pada tahun 2013, menurut data terakhir yang tersedia.

Pengacara yang berbasis di Gaza, Mustafa Totah mengatakan Reuters sulit untuk mengungkapkan pelaku kegiatan tersebut karena tidak ada keluhan khusus yang dilaporkan, satu poin yang juga dikatakan oleh polisi setempat.

Justru isolasi Gaza mungkin merupakan perlindungan terbaik bagi para peretas tersebut. Dalam kasus lainnya, pelaku ditangkap ketika mereka memasuki sebuah negara tempat alamat IP yang mereka retas, dijual atau digunakan. Tapi karena hanya sedikit orang yang bisa keluar masuk Gaza, kemungkinan mereka ditangkap sangat tipis.

XS
SM
MD
LG