Tautan-tautan Akses

Terduga Teroris Ditangkap di Sukoharjo, Polisi Temukan Bahan Peledak

  • Yudha Satriawan

Polisi antiteror menggeledah sebuah rumah di Gambiran Makamhaji Sukoharjo dan menemukan sejumlah bahan peledak di dalamnya, 23/12/2014 (Foto: Yudha Satriawan/ VOA Indonesia)

Polisi antiteror menggeledah sebuah rumah di Gambiran Makamhaji Sukoharjo dan menemukan sejumlah bahan peledak di dalamnya, 23/12/2014 (Foto: Yudha Satriawan/ VOA Indonesia)

Polisi antiteror menangkap seorang warga Gambiran Makamhaji Sukoharjo. Polisi menggeledah rumahnya dan menemukan berbagai bahan peledak.

Sebuah rumah warna hijau di gambiran RT 2 RW 14 Makamhaji Kartasuro Sukoharjo mendadak dipadati ratusan warga, Selasa sore (23/12). Polisi antiteror menangkap seorang warga di lokasi tersebut. Salah seorang warga, Parjiman, mengaku melihat penangkapan tersebut. Parjiman mengatakan warga tidak mengenal orang yang ditangkap tersebut meski sudah 7 bulan mengontrak sebuah rumah yang berjarak empat petak dari rumahnya.

“Dia sudah 7 bulan mengontrak rumah itu. Ada istrinya di dalam rumah itu, saya tidak tahu siapa dia. Saya tidak tahu apa pekerjaannya dan aktivitasnya. Dia orangnya tertutup. Saya tahu dia sering beribadah di masjid di sini. Saya hafal wajahnya dan fisiknya. Tadi dia ditangkap sekitar 8 orang dengan membawa dua mobil avanza warna hitam. Dia dimasukkan ke dalam mobil,” kata Parjiman.

Selang 3 jam, atau menjelang petang, puluhan polisi bersenjata dan berseragam lengkap langsung mendatangi rumah yang dihuni terduga yang ditangkap polisi antiteror ini. Penggeledahan dilakukan selama satu jam lebih dengan membawa berbagai saksi mata dari RT dan RW setempat. Garis polisi terpasang melintasi di sekitar rumah tersebut. Dua koper dibawa keluar tim dari polisi antiteror dan Polres Sukoharjo.

Ketua RW 14 yang menjadi saksi mata penggeledahan di lokasi tersebut, Suwarno, mengaku melihat polisi menemukan berbagai bahan peledak di rumah tersebut. Suwarno mengaku tidak tahu identitas orang yang ditangkap polisi anti teror dan mengontrak rumah di wilayahnya tersebut.

“Tadi saya diminta polisi untuk menjadi saksi penggeledahan rumah ini. Saya menyaksikan polisi menemukan bahan peledak, antara lain potasium, belerang, dan berbagai serbuk lainnya serta sebuah pedang ditemukan di salah satu kamar di rumah itu,” kata Suwarno.

Sementara itu, Kapolres Sukoharjo, AKBP Andi Rifai, saat ditemui usai penggeledahan di rumah tersebut malam ini, membenarkan tim densus anti teror menangkap seorang warga di Sukoharjo. Menurut Andi, orang yang ditangkap tersebut memiliki kemampuan merakit bom dan termasuk jaringan kelompok Badri yang ditangkap di Solo beberapa tahun lalu.

“Tadi sore ada penangkapan oleh tim densus antiteror di wilayah kami di Sukoharjo. Kami bersama densus melakukan penggeledahan di rumah itu. Kami temukan berbagai bahan peledak yang dibungkus kantong plastic, akan kami periksa lebih lanjut. Berbagai serbuk tersebut memenuhi unsur untuk bahan peledak, pembuatan bom. Keterangan yang kami dapat orang berinisial DK warga Gambiran Makamhaji ini memiliki kemampuan merakit bom. Dia jaringan teroris Badri CS yang dulu ditangkap di Solo dan memiliki keahlian merakit bom cair. Tapi dari bukti di lokasi ini tidak ada bahan baku pembuatan bom cair. Hanya berbagai serbuk pembuatan bom,” kata AKBP Andi Rifai.

Identitas yang dihimpun di lokasi menyebutkan orang tersebut bernama Dodik alias Diki berusia 31 tahun. Terduga teroris tersebut berkaitan dengan kelompok Badri cs yang ditangkap di Solo beberapa tahun lalu yang dikenal dengan perakit bom berbahan cairan kimia.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG