Tautan-tautan Akses

AS

Terbatasnya Kelas Bahasa Inggris Bisa Hambat Reformasi Imigrasi AS


Para imigran tanpa dokumen di Amerika kesulitan untuk mendapatkan kelas bahasa Inggris, akibat tingginya permintaan dan terbatasnya kelas yang tersedia (foto: ilustrasi).

Para imigran tanpa dokumen di Amerika kesulitan untuk mendapatkan kelas bahasa Inggris, akibat tingginya permintaan dan terbatasnya kelas yang tersedia (foto: ilustrasi).

Resesi ekonomi AS telah menyebabkan banyak sekolah mengurangi atau meniadakan pelajaran bahasa Inggris yang dibutuhkan oleh para imigran di Amerika.

Dengan diutamakannya kebijakan reformasi imigrasi tahun ini, Presiden Obama dan kelompok Senator bipartisan yang merancang perundangan-undangan itu setuju dengan satu hal, yaitu bahwa lebih dari 11 juta imigran ilegal harus mulai belajar bahasa Inggris, sebelum mereka bisa mulai proses pemutihan status mereka.

Namun, ke-11 juta imigran itu tidak bisa ditampung dalam ruang kelas yang ada, ditambah dengan resesi ekonomi yang menyebabkan banyak sekolah mengurangi atau meniadakan pelajaran bahasa Inggris.

Sewaktu Sekolah Dewasa di Fontana, California, membuka pendaftaran , selalu ada antrian panjang, dan tidak cukup kelas untuk menampung tiap orang yang mendaftarkan diri.

Siswa itu cukup lancar berbahasa Inggris dan bisa duduk di tingkat lanjutan, tapi dia diberitahu bahwa kelas itu penuh, dan dia disarankan untuk masuk ke kelas umum atau pemula.

Sampai belakangan ini, peraturan di negara bagian California menyisihkan dana khusus untuk sekolah bagi kaum dewasa. Tapi, untuk membantu sekolah mengatasi kekurangan dana selama resesi perekonominan, legislstor memperbolehkan mereka memakai dana itu untuk program-program lain.

Itu berarti pemotongan 90 persen bagi Sekolah Dewasa di Fontana, dan tidak ada tempat bagi Maria Flores di kursus Inggris tingkat lanjutan.

“Mereka menempatkan saya di kelas dasar. Dan itu berarti hanya belajar mengatakan, ‘Hello, Good Morning, How are you?’ Saya sudah tahu itu. Saya perlu mempraktekkan bahasa Inggris, tapi sering kali tidak ada tempat,” keluh Maria Flores.

Kepala sekolah, Cindy Gleason mengatakan, banyak murid terpaksa duduk di kelas bahasa Inggris yang tiddak sesuai dengan kemampuan mereka. Dan dengan dana yang begitu terbatas, dia tidak yakin berapa lama sekolahnya dapat bertahan dengan tingkat pelayanan semacam ini.

“Terkadang mengesalkan karena tidak tahu apakah masih akan ada pemotongan lagi dan apakah kami akan mampu menawarkan pelayanan yang diperlukan bagi murid-murid dan masyarakat kami,” ujar Gleason.

Banyak imigran khususnya memadati California, tempat tinggal satu dari empat imigran yang tidak berbicara bahasa Inggris di Amerika. Tapi, Margie McHugh dari Institut Migration Policy meramalkan permintaan akan kursus Inggris di seluruh Amerika akan meningkat pesat.

"Sebuah peraturan yang mengarahkan orang untuk belajar bahasa Inggris membuktikan bahwa mereka telah belajar, akan memicu permintaan akan kursus bahasa Inggris, sesuatu yang jelas tidak akan terpenuhi. Di seluruh Amerika, kita mempunyai masalah soal kapasitas sistem pengajaran bahasa Inggris yang tidak bisa memenuhi (meningkatnya) permintaan,” papar McHugh.

Dalam waktu dekat jumlah itu bahkan berkurang lagi. Di Los Angeles, kursus bahasa Inggris untuk warga dewasa telah dipotong 75 persen. Pernah, pemerintah daerah menawarkan kursus bahasa Inggris di ratusan tempat, dengan kursus yang diadakan siang dan malam hari mengingat jadwal kerja para imigran ini. Tahun ini, kursus itu tidak diperbarui dan jam-jam pelajaran akan dikurangi.

Sekolah bahasa Inggris bagi warga dewasa di seluruh Amerika sedang mencoba menyelenggarakan kursus dengan komputer. Diharapkan, perangkat lunak bisa menggantikan peran pengajar bahasa Inggris.

Margie McHugh dari Institut Migration Policy skeptis dengan rencana itu. Selagi reformasi imigrasi melangkah maju, dia berharap datangnya bantuan keuangan dari pemerintah federal akan membantu pengadaan tenaga pengajar.
(Chris Richard).
XS
SM
MD
LG