Tautan-tautan Akses

TEPCO: Laporan Kebocoran Fukushima Ditunda


Seorang karyawan TEPCO di pembangkit tenaga nuklir Fukushima Daiichi di kota Okuma, prefektur Fukushima, Jepang

Seorang karyawan TEPCO di pembangkit tenaga nuklir Fukushima Daiichi di kota Okuma, prefektur Fukushima, Jepang

Operator PLTN Fukushima mengakui terlambat dua bulan untuk mengumumkan kebocoran pada teras tiga reaktor. TEPCO menyatakan akan segera melaporkan persentase kerusakan kepada pemerintah sesuai dengan persyaratan dalam undang-undang Jepang.

Operator pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima yang rusak di Jepang hari Kamis mengakui selama dua bulan tidak mengumumkan kebocoran terjadi pada teras tiga reaktor.

Tokyo Electric Power Company (TEPCO) mengatakan petugas-petugasnya tidak tahu tentang prosedur darurat perusahaan itu yang menggambarkan ‘meltdown’ (pelumeran) sebagai kerusakan melebihi lima persen pada teras bahan bakar reaktor.

Meskipun perkiraan awal kerusakan 25 sampai 55 persen, selama dua bulan TEPCO menggambarkan kondisi reaktor hanya sebagai "kerusakan teras" setelah gempa besar dan tsunami melanda PLTN itu pada Maret 2011.

Menyadari kata-kata awal perusahaan itu mungkin menyesatkan, jurubicara TEPCO Shinichi Nakakuki mengatakan bahasa tidak mempengaruhi respon perusahaan terhadap situasi darurat, yaitu "mendinginkan teras, apapun yang terjadi."

Badan Keselamatan Nuklir dan Industri juga enggan menggunakan istilah "melumer" untuk menggambarkan insiden itu. Mantan jurubicara dipecat karena menyatakan sehari setelah bencana bahwa "teras reaktor mungkin telah melumer’.

Dituduh melunakkan bahasa untuk menutupi parahnya kerusakan, TEPCO menyatakan, perkiraan persentase kerusakan segera dilaporkan ke pemerintah, sesuai persyaratan dalam undang-undang Jepang.

Tahun 2012, TEPCO dilaporkan mengakui tidak mempedulikan risiko keselamatan PLTN Fukushima karena khawatir membuat marah publik dan memicu gerakan anti-nuklir serta mendorong langkah-langkah yang bisa menyebabkan penutupannya.

TEPCO akhirnya menggunakan istilah "melumer" pada Mei 2011 setelah simulasi komputer menunjukkan teras bahan bakar satu reaktor hampir seluruhnya meleleh, dan teras dua reaktor lain telah melumer secara signifikan. PLTN itu mengatakan mendapati prosedur darurat itu bulan ini. Pejabat-pejabat menjanjikan penyelidikan mengapa prosedur itu tidak tampak ketika terjadi bencana di Fukushima.[ka/al]

XS
SM
MD
LG