Tautan-tautan Akses

Tentara Ukraina Bergerak untuk Tumpas Separatis Pro Rusia


Tentara Ukraina disiagakan untuk melawan para separatis pro Rusia di Ukraina timur (15/4).

Tentara Ukraina disiagakan untuk melawan para separatis pro Rusia di Ukraina timur (15/4).

Pasukan udara Ukraina telah mendarat di sebuah bandara di bagian timur negara itu pada awal penumpasan terhadap separatis pro Rusia di Ukraina timur hari Selasa (15/4).

Pasukan udara Ukraina telah mendarat di sebuah bandara di bagian timur negara itu pada awal penumpasan terhadap separatis pro Rusia yang menguasai gedung-gedung pemerintah di 10 lokasi dekat perbatasan Rusia.

Pendaratan hari Selasa (15/4) di Kramatorsk memicu laporan-laporan yang bertentangan di landasan udara itu di mana pemerintah Ukraina melaporkan telah merebutnya kembali.

Meski demikian para saksi mata termasuk wartawan barat mengatakan, pasukan Ukraina dengan cepat dikelilingi penduduk setempat dan tidak langsung bergerak ke kota itu.

Dalam kesempatan terpisah Ukraina mengatakan operasi serupa telah dilancarkan di kota Slovyansk di dekat Kramatorsk.

Sebelumnya, Presiden Interim Ukraina Oleksandr Turchynov mengatakan pasukan pemerintah “secara hati-hati” sudah memulai operasi di kawasan Ukraina yang berbahasa Rusia. Setelah batas waktu bagi demonstran yang bersenjata untuk menyerah berakhir hari Senin tanpa ada tindakan.

Gedung Putih hari Selasa memuji Ukraina karena mengatakan menahan diri dan secara bertahap bertindak untuk membebaskan gedung-gedung yang dikuasai itu.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatkan Ukraina jika menggunakan kekerasan terhadap para demonstran pro-Rusia disana, Rusia akan mengundurkan diri dari konferensi multilateral untuk membahas situasi di negara itu yang dijadwalkan minggu ini.

Peringatan dari menteri luar negeri Rusia itu diungkapkan Selasa (15/4) dalam lawatan singkat ke Beijing, di mana ia bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Presiden China Xi Jinping.

Lavrov mengatakan Ukraina tidak bisa mengerahkan tank-tank dan pada saat bersamaan mengadakan pembicaraan. Penggunaan kekerasan menyabotase kesempatan bagi perundingan empat pihak yang akan dilangsungkan di Jenewa.

Komentar Lavrov diungkapkan dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Wang mengatakan kepada para wartawan keputusan melakukan pembicaraan multilateral di Jenewa hari Kamis merupakan langkah positif.

Ia mengatakan China menyambut baik fakta bahwa semua pihak terkait –Rusia, Amerika, Uni Eropa dan Ukraina – berupaya untuk melangsungkan pembicaraan multilateral itu. “Kami berharap pembicaraan itu akan sukses karena itu sesuai dengan himbauan China agar mengutamakan perdamaian dan perundingan,” kata Wang.

Pada masa Rusia semakin sering bertentangan dengan dunia Barat, hubungannya dengan China semakin menguat. Pernyataan yang dirilis kementrian luar negeri China seusai pertemuan hari Selasa itu menggarisbawahi kian eratnya hubungan Rusia dan China.

Selagi China berupaya mendekatkan diri ke Rusia, situasi di Ukraina telah menguji posisi China secara diplomatik. Ketika PBB melakukan voting untuk resolusi yang mengutuk referendum separatis di Krimea, China abstain.

Langkah tersebut semakin mengucilkan Rusia tetapi juga bukan berarti China berpihak pada Amerika dan Eropa.

Jonathan Pollack dari Institusi Brookings di Washington mengatakan China memiliki beberapa pertimbangan mengenai situasi di Ukraina.

“Di satu sisi, Ukraina terletak sangat jauh dari China dan tidak ada kepentingan vital bagi mereka. Di sisi lain, China menyadari Rusia telah melanggar kebijakan dan prinsip yang dijunjung atau diklaim dijunjung tinggi oleh China mengenai perlindungan kedaulatan wilayah sebuah negara dan tidak boleh ada campur tangan dari negara lain,” kata Pollack.

Aneksasi Krimea oleh Rusia meningkatkan kekhawatiran di Asia bahwa China mungkin menggunakan kekerasan untuk memenangkan klaim-klaim teritorialnya di kawasan tersebut. China mengatakan kedua hal itu adalah isu yang sangat berbeda, dan bahwa Beijing telah menyatakan secara jelas posisinya terkait kedua isu tersebut.
XS
SM
MD
LG