Tautan-tautan Akses

Tentara Nepal Temukan 8 Jenazah Awak Helikopter AS Yang Jatuh


Tentara Nepal saat melakukan pencarian helikopter marinir AS di wilayah Dolakha, Nepal (14/5).

Tentara Nepal saat melakukan pencarian helikopter marinir AS di wilayah Dolakha, Nepal (14/5).

Tim-tim militer AS dan tentara Nepal saat ini tengah berada di lokasi kecelakaan, menyelidiki kemungkinan penyebab jatuhnya helikopter itu di daerah pegunungan terjal.

Tentara Nepal telah menemukan jenazah delapan orang awak helikopter Marinir AS yang jatuh hari Selasa. Para pejabat hari Sabtu (16/5) mengatakan tim-tim militer AS dan tentara Nepal kini berada di lokasi kecelakaan, menyelidiki kemungkinan penyebab jatuhnya helikopter itu di daerah pegunungan terjal.

Tim SAR Nepal menemukan reruntuhan helikopter itu hari Jumat, tiga hari setelah hilang dalam misi bantuan penerbangan bagi bencana gempa.
Letnan Jenderal AS John Wissler hari Jumat mengkonfirmasi helikopter itu mengangkut enam Marinir dan dua tentara Nepal, yang belum diidentifikasi.

Jenderal Wissler, komandan senior Marinir di pangkalan militer Jepang, mencatat besarnya korban jiwa Nepal dalam tiga minggu terakhir, akibat gempa terkuat di Himalaya selama 80 tahun lebih dan sejumlah gempa susulan, termasuk gempa kuat lainnya yang menghancurkan dalam seminggu terakhir.

"Selagi kita berduka atas kehilangan tragis anggota militer kami dan tentara Nepal, kami menyadari rakyat Nepal telah kehilangan ribuan warga mereka," kata Jenderal Wissler.

Ia berjanji, tim-tim AS yang kini bekerja bagi upaya bantuan di Nepal akan terus membantu Nepal selama mereka membutuhkan bantuan tersebut.

Di Washington hari Jumat, Presiden Barack Obama berduka atas tewasnya awak helikopter Amerika, yang digambarkan oleh komandan mereka sebagai "orang-orang tanpa pamrih yang mendedikasikan diri bagi misi bantuan kemanusiaan internasional."

"Doa kami panjatkan bagi keluarga Marinir dan dua tentara Nepal," kata Obama. "Mereka pergi ke tempat terpencil untuk membantu orang-orang yang menderita paling berat akibat gempa mengerikan. Mereka mewakili kebenaran dalam tugas kita bagi seluruh dunia. Ketika teman-teman kita membutuhkan bantuan, Amerika memberi membantu."

Presiden berbicara di luar Gedung Kongres AS dalam pertemuan tahunan anggota polisi dari seluruh negeri, banyak di antaranya bertugas sebagai "petugas pertolongan pertama" dalam kejadian bencana.

Para pejabat AS mencermati rincian kecelakaan helikopter UH-1Y Huey, yang merupakan bagian gugus tugas militer Amerika di Nepal dengan sebutan Operasi Sahayogi Haat (Helping Hand).

Upaya bersama dari militer dan Badan Pembangunan Internasional AS telah menyalurkan hampir 50 ton pasokan bantuan, mengangkut 273 personil dan melakukan lebih dari 68 jam penerbangan di seluruh daerah Nepal yang dilanda gempa.

XS
SM
MD
LG