Tautan-tautan Akses

Tentara Israel Bergabung dengan Polisi Hentikan Serangan Palestina


Polisi Israel memeriksa surat-surat warga Palestina di kota tua Yerusalem (8/10).

Polisi Israel memeriksa surat-surat warga Palestina di kota tua Yerusalem (8/10).

Kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memberikan wewenang kepada polisi untuk menutup tempat-tempat yang menjadi pusat bentrokan di Yerusalem.

Ratusan tentara Israel, Rabu (14/10), bergabung dengan para sejawat mereka dari kepolisian di banyak lokasi di berbagai penjuru negara itu dalam usaha menghentikan berbagai aksi kekerasan, termasuk penikaman dan penembakan, yang dilakukan sejumlah warga Palestina.

Kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, mengumumkan hari itu, telah memberikan wewenang kepada polisi untuk menutup tempat-tempat yang menjadi pusat bentrokan di Yerusalem.

Banyak di antara penyerang itu berasal dari kawasan-kawasan permukiman Arab di Yerusalem. Sementara banyak kekerasan terjadi di Yerusalem timur dan Tepi Barat, serangan juga menyebar di wilayah-wilayah lain di Israel.

Sebuah pernyataan dari kantor Netanyahu, Rabu, mengatakan, pemerintah akan mencabut hak izin tinggal permanen para teroris dan menyita properti para pelaku serangan.

Sebulan kekerasan di Israel mencapai puncaknya, Selasa, ketika sedikitnya tiga warga Israel tewas dibunuh.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan, Selasa malam, ia akan melakukan perjalanan ke Israel dan wilayah Palestina dalam usaha meredakan ketegangan antara Palestina dan Israel.

Di Washington, Gedung Putih mengecam aksi pembunuhan hari Selasa itu, sambil mengungkapkan keprihatinan atas ketegangan yang meningkat di sana. Selama bulan ini, tujuh warga Israel dan 19 warga Palestina – delapan di antara mereka anak-anak – tewas dalam berbagai aksi kekerasan. Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan, AS mengecam serangan teroris terhadap warga sipil Israel yang mengakibatkan banyak kematian dan cedera. [ab]

XS
SM
MD
LG