Tautan-tautan Akses

AS

Tennessee Kembali Gunakan Kursi Listrik untuk Eksekusi Terpidana Mati


Gubernur Tennessee Bill Haslam saat memberikan sambutan di Nashville, Tennessee, 25 Maret 2014 (Foto: dok).

Gubernur Tennessee Bill Haslam saat memberikan sambutan di Nashville, Tennessee, 25 Maret 2014 (Foto: dok).

Gubernur Tennessee telah menandatangani RUU yang memungkinkan negara bagian itu menggunakan kursi listrik untuk melakukan eksekusi terhadap terpidana mati.

Gubernur dari Partai Republik Bill Haslam menandatangani RUU tersebut menjadi Undang-Undang, Kamis (22/5). Parlemen negara bagian Tennessee meloloskan RUU penggunaan kursi listrik itu bulan April lalu.

Undang-undang baru itu memungkinkan Tennessee terpidana mati dalam hal penjara tidak dapat memperoleh obat suntik mati yang semakin langka karena boikot yang dimotori oleh Eropa atas penjualan obat untuk eksekusi itu.

Perusahaan-perusahaan farmasi di Amerika juga telah mulai menolak untuk memasok obat-obatan yang diperlukan untuk suntikan mematikan, sehingga memaksa pihak berwenang negara bagian beralih ke perusahaan-perusahaan yang diatur secara lebih longgar yang dikenal sebagai apotek peracik.

Suntik mati adalah metode eksekusi utama di negara-negara bagian di Amerika yang memberlakukan hukuman mati .

Hukum di Tennessee itu disahkan sementara suntikan mematikan menuai berbagai kecaman sebagai metode eksekusi setelah terjadi eksekusi yang gagal bulan lalu di Oklahoma. Ketika itu, terpidana mati Clayton Lockett disuntik dengan kombinasi tiga jenis obat mematikan yang ternyata membuatnya menggeliat selama beberapa menit sebelum akhirnya meninggal karena serangan jantung.

Amnesty International mengatakan ada lonjakan jumlah hukuman mati yang dilakukan di seluruh dunia pada tahun 2013, dan China berada di urutan teratas. Amerika berada di urutan kelima dengan 39 eksekusi, di belakang Arab Saudi dengan 79 eksekusi.
XS
SM
MD
LG