Tautan-tautan Akses

Teknik Baru Pemeriksaan Urine, Solusi Cepat Diagnosa Malaria

  • Jessica Berman

Teknik baru pemeriksaan urine, menawarkan cara cepat tanpa sakit untuk mendiagnosa Malaria (Foto: screenshot/VOAVideo-Jessica Berman)

Teknik baru pemeriksaan urine, menawarkan cara cepat tanpa sakit untuk mendiagnosa Malaria (Foto: screenshot/VOAVideo-Jessica Berman)

Alat baru untuk tes urine (air seni) itu dikembangkan oleh perusahaan Amerika Fyodor BioTechnology dan telah menjalani percobaan beberapa kali di Nigeria.

Teknik baru untuk pemeriksaan urine (air seni) menawarkan cara cepat tanpa sakit untuk mendiagnosa malaria. Pemerintah Nigeria menganjurkan warga agar menggunakan perangkat untuk memeriksa urine di rumah, supaya mereka tidak perlu mengobati diri, setiap kali mereka menderita demam, karena mengira mereka mungkin menderita malaria.

Perangkat baru untuk memeriksa urine yang sederhana, yang terdiri dari lima keping alat penguji ini, tersedia di apotik-apotik di Nigeria dengan harga $12.00. Setelah urine ditampung dalam cangkir, pengguna mencelupkan satu alat tes ke dalam sampel urine itu dan membiarkannya selama 25 menit.

Kalau ada satu garis pada kepingan pengetes itu, berarti orang tersebut tidak mengidap malaria. Dua garis memberi indikasi infeksi dari penyakit yang disebarkan oleh nyamuk itu. Alat itu dapat menggantikan pemeriksaan darah yang menyakitkan.

"Saya kira teknik itu revolusioner, karena dengan adanya perangkat itu di rumah di mana banyak anggota keluarga yang belum tentu menjaga kesehatan dengan baik, setiap kali ada yang merasa sakit, tidak perduli apakah itu karena perubahan makanan, kita segera mengganggapnya malaria dan mengobatinya,” kata Ezzine Anyanwu, salah seorang pembeli alat tersebut.

Malaria merupakan endemik di banyak negara, termasuk Nigeria. Di seluruh dunia, tercatat sekitar 425 juta orang penderita malaria.

Penyakit itu membunuh lebih dari 400 ribu orang setiap tahunnya, dan banyak di antaranya anak-anak di Afrika sub-Sahara.

Diagnosa yang cepat merupakan kunci dalam keberhasilan pengobatan penyakit ini.

Alat pemeriksaan urine itu dikembangkan oleh perusahaan Amerika, Fyodor BioTechnology, dan telah menjalani percobaan beberapa kali di Nigeria.

"Pemberantasan malaria di Nigeria sudah lama tertunda. Banyak negara telah berhasil melenyapkan malaria di negara mereka dan Kementerian Kesehatan Federal sedang berusaha keras untuk mendorong perawatan yang baik. Jadi, saya kira teknik yang kami perkenalkan juga menambah nilai bagi pemberantasan malaria. Satu aspeknya adalah tes sebelum diobati,” kata Victoria Enwenmadu dari Fyodor BioTechnology.

Dan dengan tersedianya perangkat baru pemeriksaan urine untuk malaria di rumah, penderita tidak perlu melakukan pemeriksaan darah, membuat pemberantasan malaria menjadi lebih mudah.

Fyodor BioTechnology berharap dapat menyediakan alat pemeriksaan tersebut untuk seluruh wilayah Afrika dan Asia. [gp]

XS
SM
MD
LG