Tautan-tautan Akses

Ted Cruz Indikasikan Perpecahan di Tubuh Partai Republik?


Sen. Ted Cruz dari Texas, yang mundur dari pencalonan presiden di bulan Mei tidak mendukung kandidat Partai Republik, Donald Trump. Ia mendesak para pemilih untuk “memilih berdasar hati nurani.” Cleveland, Ohio

Sen. Ted Cruz dari Texas, yang mundur dari pencalonan presiden di bulan Mei tidak mendukung kandidat Partai Republik, Donald Trump. Ia mendesak para pemilih untuk “memilih berdasar hati nurani.” Cleveland, Ohio

Mantan kandidat calon presiden Ted Cruz secara mengejutkan tidak menyampaikan dukungan pada Donald Trump. Ia malah mengajak orang memilih sesuai hati nurani.

Tujuh belas kandidat calon presiden yang sejak pertengahan tahun lalu sama-sama bertarung untuk meraih nominasi calon presiden Partai Republik diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato di Konvensi Nasional Partai Republik di Cleveland, Ohio. Ada yang bersedia datang menyampaikan pidato, ada yang hanya merekam videonya untuk diputar di konvensi, dan ada yang sama sekali menolak datang.

Dr. Ben Carson, Gubernur New Jersey Chris Christie, Gubernur Wisconsin Scott Walker, mantan Gubernur Texas Rick Perry dan Senator Ted Cruz adalah yang memilih datang langsung dan berbicara, Senator Marco Rubio memilih menyampaikan pidato lewat rekaman video, sementara mantan Gubernur Jeb Bush dan Gubernur Ohio John Kasich memutuskan tidak datang karena tidak setuju dengan beberapa gagasan Donald Trump. Selebihnya tidak memberi kepastian. Mereka yang datang langsung umumnya menyampaikan dukungan pada Donald Trump yang sudah secara resmi memenangkan nominasi calon presiden Partai Republik, kecuali Senator Ted Cruz yang justru meminta warga Amerika menggunakan hati nurani ketika menyampaikan suara November nanti.

''Bagi Anda yang menyimak pidato ini, jangan hanya berada di rumah November nanti. Jika Anda mencintai negara kita dan anak-anak kita sebagaimana saya, bangkit dan bicara, sampaikan suara berdasarkan hati nurani, pilih kandidat yang Anda percaya bisa mempertahankan kebebasan dan setia pada Konstitusi,'' ucap Senator Ted Cruz.

Ted Cruz sama sekali tidak menyampaikan dukungan pada Trump. Sebaliknya ''vote your conscience'' adalah frase kalimat yang sering digunakan sekelompok anggota Partai Republik yang meminta delegasi untuk tidak menominasikan Trump.

Hadirin di arena Quicken Loans langsung menyoraki Ted Cruz dengan kata-kata kasar. ABC News mengatakan mantan jaksa agung Virginia Ken Cuccinelli sampai merasa perlu membantu istri Ted Cruz – Heidi Cruz – meninggalkan lokasi supaya tidak menjadi sasaran kekecewaan delegasi yang hadir.

Mantan Ketua DPR Newt Gingrich – yang berbicara setelah Ted Cruz – mencoba meredakan kekecewaan dan kemarahan hadirin dengan menjelaskan maksud pernyataan Cruz itu.

''Ted Cruz mengatakan Anda bisa menyampaikan pilihan bagi siapapun yang menjunjung tinggi Konstitusi. Dalam pemilu ini hanya ada satu kandidat yang akan menjunjung tinggi Konstitusi. Jadi untuk menegaskan Cruz, jika Anda ingin melindungi Konstitusi Amerika maka satu-satunya kandidat yang mampu melakukannya adalah Trump-Pence dari Partai Republik,'' ujar Newt Gingrich.

Hal senada disampaikan Gubenur Chris Christie yang mengatakan pernyataan Cruz itu sangat egois. ''Jika kita tidak menunjukkan dukungan, untuk apa kita langsungkan pemilu? Karena Cruz merasa ia lebih tahu dibanding seluruh orang yang ikut pemilu?''

Apakah perdebatan ini mengindikasikan perpecahan di tubuh Partai Republik? Menurut Pew Research Juni lalu, perbedaan pendapat tajam dalam partai konservatif ini merupakan yang biasa. Kandidat yang kalah dan menolak mendukung yang menang bukan terjadi sekali ini saja, karena pernah terjadi juga pada pemilu tahun 1960 dan 1964.

Tidak selamanya perbedaan menimbulkan perpecahan. Karena sebagaimana yang terjadi pada hari ketiga konvensi, seusai Ted Cruz menyelesaikan pidatonya, Newt Gingrich dan calon wakil presiden Mike Pence justru memperkuat dukungan mereka.

XS
SM
MD
LG