Tautan-tautan Akses

Ted Cruz, Fiorina Berupaya Kalahkan Trump di Kubu Partai Republik


Ted Cruz (kanan) bersama Carly Fiorina dalam pengumuman di Indianapolis, Indiana, Rabu (27/4).

Ted Cruz (kanan) bersama Carly Fiorina dalam pengumuman di Indianapolis, Indiana, Rabu (27/4).

Ted Cruz yang tertinggal jauh dari Donald Trump dalam persaingan untuk merebut nominasi Partai Republik, mengatakan Carly Fiorina memiliki pengalaman dan kecerdasan untuk mengambil alih kursi presiden jika perlu.

Ted Cruz, bakal calon presiden dari Partai Republik yang kini tertatih-tatih untuk tetap bertahan dalam persaingan bersama Carly Fiorina, bakal calon wakil presiden yang baru dipilihnya dan yang pernah menjadi pesaingnya, harus menempuh jalan menanjak untuk mengalahkan Donald Trump dalam upaya meraih nominasi partai.

Ted Cruz yang tertinggal jauh dari Donald Trump dalam persaingan untuk merebut nominasi Partai Republik, mengatakan Carly Fiorina memiliki pengalaman dan kecerdasan untuk mengambil alih kursi presiden jika perlu.

Tapi tugas pertama Fiorina adalah untuk membantu memenangkan nominasi.

Berkomentar setelah penunjukan dirinya oleh kubu Ted Cruz, Fiorina mengatakan, “Kita tahu, Donald Trump dan Hillary Clinton adalah dua sisi mata uang yang sama. Mereka berdua liberal, kita tahu itu. Tapi tahukah Anda bahwa Hillary Clinton, seperti banyak politisi pada umumnya, telah mendapat jutaan dolar dengan menjual akses dan pengaruh dari dalam sistem. Donald Trump telah mengumpulkan miliaran dolar dengan membeli orang-orang seperti Hillary Clinton.”

Trump mengejek Cruz karena memilih pasangannya, dan mengatakan ia tidak mungkin bisa mengumpulkan jumlah delegasi yang diperlukan untuk memperoleh nominasi.

“Dia adalah kandidat presiden pertama dalam sejarah Amerika yang secara matematis telah tersingkir dari persaingan yang memilih calon wakil presiden. Itu merupakan rekor. Sejujurnya saya berharap mereka dalam keadaan baik-baik saja. Tetapi, saudara-saudara, mereka tidak akan bekerja untuk Anda. Mereka tidak akan membela Anda,” ujar Trump.

Trump mengincar persaingan satu-lawan-satu dengan Hillary Clinton, yang berada lebih dekat dengan jumlah delegasi untuk memastikan nominasi Partai Demokrat dibanding jumlah delegasi yang berhasil dikumpulkan oleh Donald Trump untuk mengamankan nominasi partainya.

Hillary Clinton, yang juga merasa bahwa ia akan berhadapan dengan Trump dalam pemilu bulan November, telah dengan cepat mengarahkan kecamanannya terhadap Trump pada setiap kesempatan.

Sementara itu, hari Rabu Donald Trump mengauraikan pandangan kebijakan luar negerinya dalam pidato di Washington, D.C., sehari setelah menyapu bersih kemenangan dalam pemilihan pendahuluan di lima negara bagian di wilayah timur laut Amerika. Kemenangan itu membawanya semakin dekat ke jumlah delegasi yang diperlukan untuk pencalonan dirinya dari Partai Republik.

Para analis mengatakan bahwa pidato Trump mengritik tajam kebijakan luar negeri pemerintahan Obama tapi tidak memberikan banyak rincian. Dia mengatakan sudah waktunya untuk menggunakan pendekatan kebijakan luar negeri baru yang menempatkan kepentingan Amerika di atas kepentingan negara lain.

Trump mencatat kesalahan-kesalahan masa lalu Amerika di Timur Tengah, termasuk upaya pembangunan bangsa dan apa yang dianggapnya sebagai keyakinan yang salah bahwa Amerika dapat mengekspor demokrasi gaya Barat.

Pidato Trump itu memiliki semua ciri sebagai pidato kebijakan yang lebih resmi, yang merupakan perubahan dari pidato-pidato spontan miliarder New York itu, yang selalu menggairahkan para pendukungnya. [lt/ab]

XS
SM
MD
LG