Tautan-tautan Akses

AS

Tawanan Kuwait Dibebaskan dari Penjara Guantanamo


Pintu masuk Kamp no 5 dan 6 penjara pangkalan angkatan laut AS, Guantanamo, Kuba (Foto: dok).

Pintu masuk Kamp no 5 dan 6 penjara pangkalan angkatan laut AS, Guantanamo, Kuba (Foto: dok).

Fouzi Khalid Abdullah Al Awda, pulang dengan pesawat pemerintah Kuwait, setelah melewatkan masa tahanan selama hampir 13 tahun di pangkalan angkatan laut AS di Teluk Guantanamo, Kuba, Rabu (5/11).

Tawanan Kuwait, Fouzi Khalid Abdullah Al Awda, dibebaskan dari pangkalan angkatan laut AS di Teluk Guantanamo, Kuba, hari Rabu (5/11), meninggalkan hampir 150 tahanan lain di fasilitas militer yang kontroversial di pulau itu.

Kini berumur 37 tahun, Al Awda pulang dengan pesawat pemerintah Kuwait, setelah melewatkan masa tahanan selama hampir 13 tahun. Dia adalah salah seorang dari gelombang pertama yang dijebloskan ke dalam penjara Guantanamo, sewaktu fasilitas tersebut dibuka untuk menampung para tersangka teroris asing tahun 2002.

Pada bulan Agustus 2001, Departemen Pertahanan AS menuduh bahwa Al Awda meninggalkan Kuwait menuju Afghanistan untuk "kemungkinan" mengikuti "pelatihan teroris." Dikatakan, dia "mungkin telah berperang berdampingan dengan Taliban dan al-Qaida."

Al Awda terus menolak tuduhan itu. Dia mengaku mengunjungi Afghanistan, tetapi untuk tujuan kemanusiaan, bekerja di kalangan penduduk miskin dan mengajar mengaji.

Kasus Al Awda ditinjau kembali, kemudian diizinkan pulang ke negara asalnya. Hampir 800 pria ditawan di Guantanamo sejak 2002. Sekitar 80 tawanan lagi telah dijernihkan dan akan dibebaskan tanpa dakwaan apapun.

XS
SM
MD
LG