Tautan-tautan Akses

Tanzania Tangkap 3 Warga Emirat Arab Pasca Pemboman


Warga Tanzania berusaha mencari perlindungan setelah ledakan bom di gereja Katolik St. Joseph Mfanyakazi di kota Arusha, Tanzania hari Minggu (5/5).

Warga Tanzania berusaha mencari perlindungan setelah ledakan bom di gereja Katolik St. Joseph Mfanyakazi di kota Arusha, Tanzania hari Minggu (5/5).

Pejabat Tanzania mengklarifikasi bahwa tiga tersangka yang ditangkap terkait pengeboman sebuah gereja hari Minggu (5/5) adalah warga Uni Emirat Arab, bukan Arab Saudi.

Para pejabat menyatakan tiga di antara para tersangka yang ditangkap berkaitan dengan pengeboman sebuah gereja hari Minggu di Tanzania berasal dari Uni Emirat Arab, bukan Arab Saudi seperti yang dilaporkan semula.

Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab mengukuhkan bahwa tiga warganegaranya telah ditahan di Tanzania dan menyatakan sedang mengawasi perkembangan di negara di Afrika Timur itu.

Kantor berita Perancis AFP juga mengutip seorang pejabat Tanzania di Arusha yang mengatakan keempat warganegara asing yang ditangkap setelah pengeboman gereja itu terdiri dari tiga warga Uni Emirat dan seorang Arab Saudi.

Pejabat tersebut, Magesa Mulongo, mengatakan, keempat orang itu ditangkap sewaktu berusaha melintasi perbatasan menuju Kenya.

Serangan bom di Arusha hari Minggu menewaskan dua orang dan melukai 60 lainnya. Serangan itu menarget sebuah gereja Katolikyang baru dibangun sewaktu gereja itu menyelenggarakan misa peresmiannya.

Seorang utusan Vatikan hadir dalam upacara tersebut namun tidak mengalami cedera.
Sedikitnya dua orang Tanzania telah ditangkap dalam kasus tersebut. Pihak berwenang belum mengetahui motif serangan tersebut.
XS
SM
MD
LG