Tautan-tautan Akses

Tantangan Kebijakan Luar Negeri Obama Terus Berlanjut


Presiden Amerika Barack Obama dalam konferensi pers akhir tahun di Gedung Putih, 20 Desember 2013.

Presiden Amerika Barack Obama dalam konferensi pers akhir tahun di Gedung Putih, 20 Desember 2013.

Tahun 2013 adalah tahun yang penuh tantangan bagi Presiden Barack Obama dalam hal kebijakan luar negeri. Mulai dari perang saudara Suriah, pergolakan di Mesir, perundingan nuklir dengan Iran, hingga membina hubungan dengan China dan Rusia.

Presiden Obama dihadapkan begitu banyak masalah pada tahun 2013, mulai dari kontroversi mengenai tanggapannya terhadap serangan senjata kimia di Suriah, hingga pembicaraan telefon dengan presiden baru Iran dan perundingan perjanjian nuklir yang keduanya merupakan terobosan baru.

Obama telah mengikuti KTT bersama pemimpin China mengunjungi Afrika dan menyampaikan penghormatan terakhir kepada mendiang Nelson Mandela.

Namun Presiden Obama mendapat tekanan yang berat menyangkut temuan adanya tindakan mata-mata elektronik Amerika yang menimbulkan ketegangan dengan sekutu-sekutu pentingnya.

Presiden Obama juga menghadiri KTT G20 di Rusia tetapi membatalkan pertemuan resmi dengan Presiden Vladimir Putin.

Dalam pidatonya di PBB bulan September lalu Obama mengakui adanya ketidaksenangan terhadap keterlibatan Amerika di dunia, tetapi menambahkan kebijakan isolasi merupakan suatu kesalahan.

“Saya berpendapat Amerika harus tetap terlibat demi keamanan dirinya sendiri. Tetapi saya juga berpendapat bahwa dunia menjadi lebih baik karena hal itu,” ujar Obama.

Daniel Serwer dari John Hopkins School of Advanced International Studies mengatakan di Suriah Presiden Obama berhasil mencapai perjanjian untuk memindahkan senjata-senjata kimia tanpa tindakan militer, tetapi masih banyak hal yang perlu ditangani.

“Ada dominasi yang semakin besar pada kelompok oposisi oleh para ekstrimis yang akan menimbulkan masalah serius bagi kita jika rejim Bashar Al-Assad tumbang dan sejumlah negara tetangga juga memiliki kondisi struktur pemerintah yang rapuh, seperti Irak, Yordania, Turki, Lebanon, semuanya beresiko.”

Heather Conley dari Center for Strategic & International Studies CSIS mengatakan perlu dipertanyakan apakah Presiden Obama bisa tetap fokus pada kebijakan luar negeri.

“Antara skandal NSA, asuransi kesehatan dan penghentian sebagian operasi pemerintah, banyak pemimpin dunia mempertanyakan apakah Presiden Obama bisa mengatasi tantangan di dalam negeri itu dan tetap fokus pada tantangan di dunia internasional.”

Jajak pendapat Pew Research baru-baru ini menunjukkan penurunan dukungan warga terhadap keterlibatan Amerika di dunia. Ini merupakan tantangan terhadap keyakinan Obama atas peran Amerika di kancah dunia internasional.

Daniel Serwer mengatakan “Tampaknya Obama dipersalahkan atas apa yang dilihat sebagai penurunan dukungan dunia terhadap pengaruh Amerika. Saya harus mengatakan bahwa penurunan dukungan dunia ini tidak terlalu tampak bagi orang-orang di luar Amerika. Ada begitu banyak negara dimana pengaruh Amerika masih sangat besar.”

Tahun 2014 akan mendatangkan lebih banyak tantangan sewaktu perundingan nuklir Iran terus berlanjut, dimulainya konferensi perdamaian Suriah yang disponsori PBB pada bulan Januari dan upaya-upaya Amerika menata hubungannya yang tidak menentu dengan Afghanistan dan Pakistan, China dan Rusia.
XS
SM
MD
LG