Tautan-tautan Akses

Tangkap Pemimpin Buruh, Polisi Kepung Kuil Jogye


Pemimpin Konfederasi Serikat Buruh Korea Han Sang-gyun, kedua kanan, menyerahkan diri pada polisi di Kuil Jogye di Seoul, Korea Selatan, Kamis, 10 Desember 2015.

Pemimpin Konfederasi Serikat Buruh Korea Han Sang-gyun, kedua kanan, menyerahkan diri pada polisi di Kuil Jogye di Seoul, Korea Selatan, Kamis, 10 Desember 2015.

Situasi genting terjadi di jalan-jalan ibukota Korea Selatan, hari Kamis, setelah hampir 1.000 polisi mengancam akan menyerbu sebuah Kuil Budha di mana tempat seorang pemimpin buruh buronan menyembunyikan diri.

Polisi mengepung Kuil Jogye di tengah kota Seoul hari Rabu (9/12) dalam persiapan untuk menangkap Han Sang-Gyun, pemimpin Konfederasi Serikat Buruh Korea. Dia dituduh menghasut yang menimbulkan tindak kekerasan dalam demonstrasi buruh besar- besaran pada tanggal 14 November dan mengorganisasi rapat-rapat umum buruh tanpa izin pada masa lalu.

Han adalah salah satu pemimpin dari sejumlah demonstrasi yang diselenggarakan tahun ini untuk menentang RUU reformasi tenaga kerja baru yang didukung oleh Presiden Korea Selatan Park Geun-hye untuk mempermudah perusahaan untuk memecat karyawan.

Puluhan ribu pendukung serikat buruh ikut dalam rapat umum bulan November, dimana demonstran melawan polisi dengan pipa baja dan polisi menggunakan meriam air dan barikade untuk menghentikan massa.

Banyak demonstran berada di sana untuk menyuarakan keluhan-keluhan lain kepada pemerintah, termasuk keputusan baru-baru ini untuk membuat buku pelajaran sejarah yang disetujui pemerintah negara di sekolah-sekolah negera itu.

Han membantah tuduhan menghasut dan menimbulkan kekerasan dalam demonstrasi.

Ketika berbicara hari Kamis di depan Kuil, Hans mengatakan "Saya bukan pembunuh, penjahat keji, pencuri, atau penghasut kerusuhan. Saya seorang buruh yang dipecat.”

Seusai demonstrasi Han berlindung di Kuil Jogye.

Para pemimpin Budha di kuil itu berbicara dengan polisi hari Rabu, mendesak mereka agar mereka jangan masuk dan memberikan lebih banyak waktu untuk berunding.

Sebuah pernyataan menyebutkan, "Kalau polisi menyerang kuil, itu akan merupakan tindak kekerasan terhadap orde Jogye dan Buddhisme di Korea."

Pada hari Kamis, Han setuju untuk menyerah kepada pihak berwenang sebelum batas waktu tengah hari yang ditetapkan oleh polisi, tetapi menyatakan tetap terus memimpin gerakan buruh dan mengadakan demonstrasi masa datang.

Kata Han, "Saya akan terus berjuang karena cara menyelamatkan warga negara yang kecewa adalah cara Konfederasi Serikat Buruh Korea."

Serikat Buruh Han KCTU adalah serikat buruh kedua terbesar di Korea Selatan yang beranggota 691.000 orang dalam industri bangunan dan transportasi.

Menurut jajak pendapat baru ada dukungan umum yang kuat bagi kebijakan Presiden Park mengenai serikat buruh. [sp/ii]

XS
SM
MD
LG